Volvo Terdesak! Kini Bergantung pada Geely untuk Bertahan di Tengah Gempuran Mobil China
Rabu, 01 April 2026 - 10:45 WIB
Strateginya jelas—integrasi lintas merek. Volvo kini menjalin kerja sama intensif dengan berbagai brand di bawah Geely seperti Polestar, Lynk & Co, hingga Zeekr.
Salah satu langkah konkret adalah rencana produksi Polestar 7 di pabrik baru Volvo di Kosice, Slovakia, sekaligus menjadikan Volvo sebagai distributor Lynk & Co di Eropa.
Namun, perubahan paling signifikan ada pada arah produk. Volvo kini memperkuat portofolio plug-in hybrid sebagai respons terhadap dinamika pasar yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik murni.
Model Volvo EX90 yang berbagi platform dengan Polestar 3 mengalami penjualan di bawah ekspektasi, memicu kerugian penurunan nilai lebih dari USD1 miliar—setara sekitar Rp17 triliun.
Di sisi lain, Polestar juga belum menunjukkan performa optimal. Untuk menyelamatkan operasional, Volvo mengonversi utang lama Polestar lebih dari USD300 juta menjadi saham.
Tahap awal sekitar USD274 juta dollar AS atau setara Rp4,658 triliun, disusul USD65 juta atau sekitar Rp1,105 triliun pada kuartal II 2026. Langkah ini meningkatkan kepemilikan Volvo menjadi sekitar 19,9 persen.
Salah satu langkah konkret adalah rencana produksi Polestar 7 di pabrik baru Volvo di Kosice, Slovakia, sekaligus menjadikan Volvo sebagai distributor Lynk & Co di Eropa.
Namun, perubahan paling signifikan ada pada arah produk. Volvo kini memperkuat portofolio plug-in hybrid sebagai respons terhadap dinamika pasar yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik murni.
Model Volvo EX90 yang berbagi platform dengan Polestar 3 mengalami penjualan di bawah ekspektasi, memicu kerugian penurunan nilai lebih dari USD1 miliar—setara sekitar Rp17 triliun.
Di sisi lain, Polestar juga belum menunjukkan performa optimal. Untuk menyelamatkan operasional, Volvo mengonversi utang lama Polestar lebih dari USD300 juta menjadi saham.
Tahap awal sekitar USD274 juta dollar AS atau setara Rp4,658 triliun, disusul USD65 juta atau sekitar Rp1,105 triliun pada kuartal II 2026. Langkah ini meningkatkan kepemilikan Volvo menjadi sekitar 19,9 persen.
Lihat Juga :