BYD: dari Sirkuit Ekstrem Zhengzhou hingga Pengisian Daya 1.000 kW

Kamis, 09 April 2026 - 12:55 WIB
Skala besar ini juga memiliki implikasi global. Pada 2025, BYD mencatat pengiriman 4.602.436 unit NEV dan mencapai produksi kumulatif 15 juta unit kendaraan energi baru. Skala produksi ini memperkuat posisi dalam rantai pasok baterai, semikonduktor, dan logistik global.

Dari Zhengzhou ke Indonesia

Dominasi global tersebut berimbas ke Indonesia. Beberapa sumber industri mencatat BYD menguasai lebih dari setengah pangsa pasar EV nasional pada 2025.

Penetrasi kendaraan listrik meningkat signifikan, didorong oleh harga kompetitif dan teknologi yang semakin matang.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa teknologi dan kenyamanan yang dihadirkan harus relevan dengan kebutuhan profesional dan masyarakat luas.

Fasilitas riset, sirkuit uji, dan pabrik merupakan bagian dari strategi teknologi yang terintegrasi.

Evolusi yang Lebih dari Sekadar Produk

Di Zhengzhou juga berdiri Di-Space, platform edukasi teknologi.

Di sana diperkenalkan sistem motor listrik, manajemen energi baterai, arsitektur elektronik terintegrasi, hingga integrasi sistem pintar seperti vehicle-mounted drone system kepada publik.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik bukan hanya persoalan produk, tetapi juga literasi teknologi.

Evolusi teknologi BYD memperlihatkan bagaimana riset, pengujian ekstrem, manufaktur skala besar, dan inovasi pengisian ultra-cepat disatukan dalam satu ekosistem. Dampaknya terasa hingga Indonesia.

Pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah teknologi itu bekerja, melainkan bagaimana Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk membangun ekosistem industri yang berdaya saing dan bernilai tambah tinggi.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!