10 Ribu Unit Terjual VinFast Disetir Armada Taksi, Konsumen Pribadi Masih Ragu?

Jum'at, 10 April 2026 - 10:01 WIB
"Angka ini mencakup penjualan kepada konsumen individu serta sebagian unit didistribusikan kepada operator armada atau fleet operators," aku Kariyanto. Lebih jauh, ia membenarkan target VinFast adalah membanjiri jalanan Indonesia dengan 10.000 armada taksi Green SM di tahun 2025.

Menariknya, armada taksi ini bahkan tidak menggunakan model VF 3 yang selalu digembar-gemborkan sebagai idola anak muda. Namun, bertumpu pada lini yang lebih besar yakni seri VF 5 dan VF e34, yang rentang harga OTR (On the Road) Jakarta-nya dipatok Rp 200 juta hingga Rp 300 jutaan.

Konsumen Individu Masih Wait and See

VinFast sejatinya belum benar-benar merebut hati konsumen ritel Indonesia, apalagi kelompok pemuda pembeli mobil pertama. Tingginya angka penjualan yang didominasi fleet operator taksi online mencerminkan strategi "Beli Barang Sendiri" khas korporasi, untuk memompa statistik demi terlihat sukses di permukaan.

Bagi mayoritas konsumen muda Indonesia, keputusan mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah untuk sebuah mobil tak semata ditentukan oleh bentuk yang lucu atau sejuknya hembusan AC.

Reputasi jenama (kredibilitas pabrikan yang belum teruji), minimnya jaringan bengkel, kecemasan terhadap daya tahan baterai berlangganan, serta merosotnya nilai jual kembali (resale value) merupakan hambatan ekonomi dan psikologis yang nyata.

Jadi, meskipun studi menyebut anak muda kian mendambakan kenyamanan ala mobil listrik, data berkata sebaliknya: mereka mungkin suka melihatnya, tapi untuk membelinya dengan uang sendiri? Nanti dulu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!