Pakar Offroad Sebut Torsi Liar Trail Listrik MBG Jadi Bumerang Bagi Petugas Awam

Jum'at, 10 April 2026 - 16:01 WIB
Secara teknis, sepeda motor trail listrik memang menjanjikan sedikit keunggulan dalam hal bobot.

Menurut Wisnu Guntoro, motor trail listrik rata-rata lebih ringan sekitar 10 sampai 15 kilogram dibandingkan saudara kembarnya yang bermesin pembakaran internal (bensin).

Namun, pertanyaannya kemudian: apakah pengurangan bobot ini, ditambah ground clearance yang tinggi dan redam kejut (travel suspensi) yang jenjang, otomatis memberikan efektivitas absolut di lapangan?

Wisnu membantahnya dengan keras. Medan pedalaman Nusantara tidak selalu berupa arena jumping tanah kering. Para petugas akan rutin menghadapi jalanan berbatu licin atau permukaan tanah basah berlumpur akibat cuaca tropis. Di sinilah letak bumerang teknologi listrik.



Karakteristik motor listrik yang menyalurkan torsi secara instan dan berlimpah justru menjadi malapetaka di medan yang licin.

Tanpa kecakapan mengontrol ritme tuas gas, ban belakang akan mengalami putaran liar (spinning), membuat traksi hilang seketika dan motor menjadi liar tak terkendali.

Bagi pengendara yang tak terbiasa, jalan berbatu dan kontur turunan atau tanjakan yang curam di atas jok motor trail hanya akan menciptakan kepanikan dan risiko kecelakaan fatal.

Realitas Pedalaman: Verza dan Thunder Jadi Raja

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!