Menguak Misteri di Balik TKDN 48,5% Emmo JVX GT Milik MBG: Motor Lokal Rasa Impor
Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB
“Ditambah lagi aspek riset dan pengembangan yang bisa diklaim melalui proses sertifikasi, pengujian lokal, serta dokumentasi produk, maka total angka TKDN 48,5 persen menjadi logis secara administratif,” ungkapnya.
Namun, di sinilah letak persoalan mendasarnya.
Artinya, meski seluruh komponen inti seperti motor listrik BLDC, controller, rangka, hingga sel baterai berasal dari luar negeri—terutama China—produk tetap bisa dikategorikan sebagai “produk dalam negeri”.
Secara matematis, bahkan bukan tidak mungkin angka TKDN bisa mencapai 55 hingga 60 persen dalam skenario tertentu.
“Masalahnya, tidak ada transfer teknologi yang signifikan. Tidak ada penguasaan desain baterai, tidak ada pengembangan motor listrik lokal, dan tidak ada ekosistem komponen strategis yang benar-benar tumbuh,” tutur Hendro.
Jika rantai pasok dari luar negeri terganggu, produksi akan berhenti dalam hitungan minggu.
”Fenomena ini dikenal sebagai industrialisasi dangkal, ketika aktivitas produksi hanya sebatas perakitan tanpa kedalaman teknologi,” tambahnya.
Namun, di sinilah letak persoalan mendasarnya.
Industrialisasi Dangkal
TKDN tidak mengukur penguasaan teknologi, melainkan nilai rupiah yang berputar di dalam negeri.Artinya, meski seluruh komponen inti seperti motor listrik BLDC, controller, rangka, hingga sel baterai berasal dari luar negeri—terutama China—produk tetap bisa dikategorikan sebagai “produk dalam negeri”.
Secara matematis, bahkan bukan tidak mungkin angka TKDN bisa mencapai 55 hingga 60 persen dalam skenario tertentu.
“Masalahnya, tidak ada transfer teknologi yang signifikan. Tidak ada penguasaan desain baterai, tidak ada pengembangan motor listrik lokal, dan tidak ada ekosistem komponen strategis yang benar-benar tumbuh,” tutur Hendro.
Jika rantai pasok dari luar negeri terganggu, produksi akan berhenti dalam hitungan minggu.
”Fenomena ini dikenal sebagai industrialisasi dangkal, ketika aktivitas produksi hanya sebatas perakitan tanpa kedalaman teknologi,” tambahnya.
Lihat Juga :