Data GAIKINDO 2026: Sinyal Bahaya bagi Produsen yang Lambat Beradaptasi dengan Listrik

Selasa, 14 April 2026 - 18:17 WIB

Ironi Harga dan Teknologi

Ketimpangan pasar ini semakin terasa jika menilik harga. Mobil listrik murni dengan spesifikasi rata-rata yang menawarkan jarak tempuh 482 kilometer umumnya dibanderol sekitar USD35.000 di pasar global atau Rp595.000.000.

Harga ini jauh melampaui kemampuan rata-rata pembeli mobil di Indonesia yang secara historis bergantung pada segmen LCGC di kisaran Rp170.000.000 hingga Rp200.000.000.

Artinya, pasar Indonesia sekarang sedang 'terbelah'. Yang kaya beralih ke BEV karena gaya hidup dan insentif, sementara yang di bawah kesulitan menjangkau mobil baru karena harga LCGC pun terus naik.

Disrupsi yang Belum Sempurna

Meskipun gabungan kendaraan listrik (x-EV) kini mendominasi hampir 25 persen pasar, tantangan terbesar tetap ada pada sisa 75,3 persen pasar yang masih diduduki oleh mesin bensin.

Tanpa adanya model listrik yang mampu menggantikan posisi LCGC secara harga, maka angka 157.421 unit mobil mesin bensin yang terjual hingga Maret 2026 ini akan tetap menjadi benteng terakhir yang sulit ditembus.

Kehadiran mobil-mobil seperti BYD Atto 1, Geely EX2, hingga Jaecoo J5 sudah mulai dirasakan dampaknya terhadap penjualan mobil secara keseluruhan

pada Maret 2026.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!