Kembangkan Produksi Baterai Mobil, Toyota Indonesia Gandeng CATL
Selasa, 21 April 2026 - 07:27 WIB
“Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV. Dengan demikian, selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN jugameningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri,” ucap Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam.
Pada proses pengembangannya, pendalaman lokalisasi baterai HEV yang digunakan di Indonesia dan kawasan sekitar,menjadi langkah penting bagi industri otomotif Indonesia untuk mengadopsi solusi elektrifikasi secara luas sekaligus membangun ekosistem lokal yang kuat.
Langkah ini tidak hanya mempercepat pencapaian target Nationally Determine Contribution (NDC) dan target Net Zero Emission (NZE) 2060, tetapi juga membantu meningkatkan neraca perdagangan melalui ekspor dan pengurangan ketergantungan pada impor minyak.Ekosistem kendaraan elektrifikasi yang terintegrasi akan memperkuat rantai pasok otomotif nasional, khususnya baterai yang menjadi salah satu komponen paling krusial dan bernilai tinggi yang berperan dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri elektrifikasi.
Kolaborasi dan investasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor manufaktur melalui pendalaman lokalisasi baterai HEV, tetapi juga membangun industri lokal menjadi produsen komponen bernilai tambah lebih tinggi.Berdasarkan catatan GAIKINDO, sepanjang Januari–Desember 2025 penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 177,367 unit atau tumbuh sebesar 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 103,452 unit.
Pada saat yang sama, produksi kendaraan elektrifikasi mencapai 127.420 unit, dengan 99.162 unit untuk pasar domestik dansekitar 55% dari total penjualan yang dipenuhi oleh produksi lokal. HEV menjadi kontributor utama dengan jumlah 97.462 unit atau sekitar 76,5% dari seluruh kendaraan elektrifikasi yang diproduksi di Indonesia pada tahun 2025.
Pada proses pengembangannya, pendalaman lokalisasi baterai HEV yang digunakan di Indonesia dan kawasan sekitar,menjadi langkah penting bagi industri otomotif Indonesia untuk mengadopsi solusi elektrifikasi secara luas sekaligus membangun ekosistem lokal yang kuat.
Langkah ini tidak hanya mempercepat pencapaian target Nationally Determine Contribution (NDC) dan target Net Zero Emission (NZE) 2060, tetapi juga membantu meningkatkan neraca perdagangan melalui ekspor dan pengurangan ketergantungan pada impor minyak.Ekosistem kendaraan elektrifikasi yang terintegrasi akan memperkuat rantai pasok otomotif nasional, khususnya baterai yang menjadi salah satu komponen paling krusial dan bernilai tinggi yang berperan dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri elektrifikasi.
Kolaborasi dan investasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor manufaktur melalui pendalaman lokalisasi baterai HEV, tetapi juga membangun industri lokal menjadi produsen komponen bernilai tambah lebih tinggi.Berdasarkan catatan GAIKINDO, sepanjang Januari–Desember 2025 penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 177,367 unit atau tumbuh sebesar 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 103,452 unit.
Pada saat yang sama, produksi kendaraan elektrifikasi mencapai 127.420 unit, dengan 99.162 unit untuk pasar domestik dansekitar 55% dari total penjualan yang dipenuhi oleh produksi lokal. HEV menjadi kontributor utama dengan jumlah 97.462 unit atau sekitar 76,5% dari seluruh kendaraan elektrifikasi yang diproduksi di Indonesia pada tahun 2025.
(wbs)
Lihat Juga :