Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi

Kamis, 02 Juli 2026 - 09:41 WIB
Bulan lalu, Honda mencatatkan kerugian tahunan pertama dalam tujuh dekade. Pemicunya adalah biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik yang menembus lebih dari USD9 miliar atau Rp161,1 triliun, diperburuk oleh tekanan kompetisi dari produsen EV China di pasar global.

Bersamaan dengan kerugian itu, Honda resmi mencabut dua target ambisius: EV mengisi 20 persen dari total penjualan mobil baru pada 2030, dan peralihan penuh ke kendaraan listrik atau berbahan bakar hidrogen pada 2040.

CEO Meminta Maaf, Proyeksi Laba Rp55 Triliun Digantungkan pada Sepeda Motor

Toshihiro Mibe, Direktur Utama Honda, memperoleh dukungan investor untuk kembali ke jajaran dewan direksi pada Jumat lalu—setelah secara terbuka meminta maaf atas kinerja keuangan perusahaan yang buruk.

Honda memproyeksikan laba tahun ini sebesar 500 miliar yen atau sekitar Rp55,3 triliun. Target ini disandarkan pada efisiensi biaya dan bisnis sepeda motor yang masih menjadi mesin utama profitabilitas perusahaan.

FAQ: Honda Obligasi Euro dan Dampaknya

Mengapa Honda menerbitkan obligasi dalam denominasi euro?

Pasar utang Eropa menawarkan likuiditas lebih dalam dan potensi suku bunga yang kompetitif dibanding pasar domestik Jepang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!