Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik

Kamis, 02 Juli 2026 - 11:09 WIB
Pendiri Koenigsegg jelaskan mengapa mesin bensin bukan teknologi transisi — melainkan inti dari produk yang tidak bisa digantikan. Foto: ist
JAKARTA - Dalam kunjungan ke pabrik Koenigsegg di Ängelholm, Swedia, pendiri sekaligus CEO perusahaan itu ditanya langsung soal posisi mereka terhadap kendaraan listrik.

Jawabannya bukan "belum waktunya." Tapi ada kalkulasi teknis, filosofi produk, dan argumen lingkungan yang jarang dibahas di baliknya.



Dulu Optimis, Kini Realistis

"Kalau Anda tanya 10 tahun lalu, saya mungkin akan berpikir bahwa pada 2026 kita sudah punya Koenigsegg listrik," kata von Koenigsegg.

Yang mengubah pikirannya bukan angka performa semata. Mobil listrik bisa lebih cepat dan lebih responsif — itu tidak ia perdebatkan. Yang bergeser adalah keyakinannya soal karakter.

Mesin pembakaran menghadirkan getaran, suara, respons mekanis, dan personalitas yang membentuk pengalaman berkendara di level yang berbeda. Mobil bermesin bisa terasa seperti makhluk hidup.

"Ia tidak pernah jadi hewan buas," kata von Koenigsegg soal mobil listrik — seberapapun cepat dan canggihnya.

Hypercar Bukan Alat Transportasi Biasa

Von Koenigsegg tegas memisahkan konteks hypercar dari kendaraan massal. Koenigsegg memang punya AC, kursi nyaman, dan infotainmen modern — tapi itu semua bisa ditemukan di mobil jauh lebih murah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!