Terjual 800 Unit, Rahasia Jetour T1 Bikin Pembeli Pilih Hybrid Ketimbang Bensin
Senin, 13 Juli 2026 - 19:11 WIB
Varian i-DM dipatok Rp 538 juta, naik ke Rp 558 juta. Rentang ini menempatkan T1 di titik harga yang bersaing langsung dengan SUV bensin konvensional, bukan cuma dengan sesama PHEV — jadi jangkauan calon pembelinya lebih lebar.
Kedua, teknologi i-DM menjawab keraguan konsumen soal PHEV yang selama ini dianggap rumit atau boros di luar mode listrik. Sistem Intelligent Dual Mode T1 mengombinasikan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dan baterai LFP 18,4 kWh yang mendukung pengisian cepat.
Jarak tempuh mode listrik murni mencapai 100 kilometer berdasarkan standar WLTC — cukup untuk mobilitas harian tanpa sentuh mesin bensin sama sekali.
Ketiga, sistem berkendara adaptif. T1 i-DM punya enam skenario kerja: Pure EV Drive untuk perkotaan, Intelligent Hybrid yang menyesuaikan otomatis sesuai kondisi jalan, Parallel Drive, Series Drive, Direct Engine Drive, dan Energy Recovery lewat regenerative braking.
Kombinasi ini yang bikin pengalaman berkendara terasa mulus tanpa transisi kasar antar mode — problem klasik PHEV generasi awal yang sudah diperbaiki.
Kabin Senyap, Fitur Kenyamanan Jadi Pembeda
Soal kenyamanan, Jetour T1 menempatkan 79 titik peredam suara plus Double Layer Acoustic Glass di kaca depan dan belakang. Hasilnya, kebisingan kabin saat idle diklaim di bawah 40 dB. Fitur pendukung lain mencakup 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, dan ventilasi otomatis kabin.
Khusus varian i-DM, ada tambahan Front Passenger Leg Rest untuk penumpang depan, serta kaca dengan blokir sinar UV hingga 99 persen — fitur yang jarang ditemui di kelas harga sama.
Kedua, teknologi i-DM menjawab keraguan konsumen soal PHEV yang selama ini dianggap rumit atau boros di luar mode listrik. Sistem Intelligent Dual Mode T1 mengombinasikan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dan baterai LFP 18,4 kWh yang mendukung pengisian cepat.
Jarak tempuh mode listrik murni mencapai 100 kilometer berdasarkan standar WLTC — cukup untuk mobilitas harian tanpa sentuh mesin bensin sama sekali.
Ketiga, sistem berkendara adaptif. T1 i-DM punya enam skenario kerja: Pure EV Drive untuk perkotaan, Intelligent Hybrid yang menyesuaikan otomatis sesuai kondisi jalan, Parallel Drive, Series Drive, Direct Engine Drive, dan Energy Recovery lewat regenerative braking.
Kombinasi ini yang bikin pengalaman berkendara terasa mulus tanpa transisi kasar antar mode — problem klasik PHEV generasi awal yang sudah diperbaiki.
Kabin Senyap, Fitur Kenyamanan Jadi Pembeda
Soal kenyamanan, Jetour T1 menempatkan 79 titik peredam suara plus Double Layer Acoustic Glass di kaca depan dan belakang. Hasilnya, kebisingan kabin saat idle diklaim di bawah 40 dB. Fitur pendukung lain mencakup 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, dan ventilasi otomatis kabin.Khusus varian i-DM, ada tambahan Front Passenger Leg Rest untuk penumpang depan, serta kaca dengan blokir sinar UV hingga 99 persen — fitur yang jarang ditemui di kelas harga sama.
Beda ICE dan i-DM di Sektor Kaki-Kaki
Dua varian ini juga dibedakan lewat pilihan pelek dan ban. Jetour T1 ICE mengusung pelek 18 inci dengan ban 235/65 R18, sedangkan T1 i-DM naik ke pelek 19 inci berban 235/60 R19 dengan teknologi Run Flat Tire (RFT) — memungkinkan mobil tetap melaju meski tekanan angin ban berkurang.Lihat Juga :