Uji BYD M6 DM di Tanjakan Berastagi: Bagaimana Konsumsi BBM-nya di Medan?
Selasa, 28 Juli 2026 - 15:59 WIB
Sebagai pembanding, MPV bensin populer di kelas yang sama mencatatkan konsumsi BBM jauh di bawah performa M6 DM.
MPV 7-seater bensin rata-rata 8-15 kilometer per liter dalam kondisi pemakaian normal, tergantung rute dalam kota atau luar kota.
Artinya, bahkan pada rute tanjakan Medan yang lebih berat bagi mesin bensin, hasil terbaik BYD M6 DM di angka 79 km per liter masih sekitar 5x hingga 6x lebih irit dibanding LMPV bensin konvensional.
Selisih ini semakin lebar di rute datar Jakarta, mengingat filosofi "electric-first" pada sistem DM menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama, bukan mesin bensin.
BYD Berekspansi ke Sumatera Utara
Pengujian di Medan berjalan seiring ekspansi jaringan BYD di Sumatera. Presiden Direktur BYD Indonesia Eagle Zhao menyebut Medan sebagai kota pertama di Pulau Sumatera yang menjadi lokasi BYD Tech Culture Fest, menyusul kesuksesan acara serupa di Jakarta.
BYD kini memiliki lebih dari 100 showroom di Indonesia, 14 di antaranya tersebar di Sumatera, dengan basis pengguna nasional lebih dari 90.000 unit. Sekitar 2.500 di antaranya berada di Sumatera Utara.
Eagle menyebut tantangan mobilitas di Indonesia, baik kemacetan, jarak tempuh harian yang makin panjang, dan biaya bahan bakar yang terus naik sebagai alasan utama BYD mendorong dua pilar teknologinya: kendaraan listrik murni dan Dual Mode yang menggabungkan efisiensi elektrifikasi dengan fleksibilitas jarak jauh, cocok untuk kontur jalan luar Jawa seperti Sumatera Utara yang lebih banyak tanjakan dan medan berbukit.
MPV 7-seater bensin rata-rata 8-15 kilometer per liter dalam kondisi pemakaian normal, tergantung rute dalam kota atau luar kota.
Artinya, bahkan pada rute tanjakan Medan yang lebih berat bagi mesin bensin, hasil terbaik BYD M6 DM di angka 79 km per liter masih sekitar 5x hingga 6x lebih irit dibanding LMPV bensin konvensional.
Selisih ini semakin lebar di rute datar Jakarta, mengingat filosofi "electric-first" pada sistem DM menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama, bukan mesin bensin.
BYD Berekspansi ke Sumatera Utara
Pengujian di Medan berjalan seiring ekspansi jaringan BYD di Sumatera. Presiden Direktur BYD Indonesia Eagle Zhao menyebut Medan sebagai kota pertama di Pulau Sumatera yang menjadi lokasi BYD Tech Culture Fest, menyusul kesuksesan acara serupa di Jakarta.
BYD kini memiliki lebih dari 100 showroom di Indonesia, 14 di antaranya tersebar di Sumatera, dengan basis pengguna nasional lebih dari 90.000 unit. Sekitar 2.500 di antaranya berada di Sumatera Utara.
Eagle menyebut tantangan mobilitas di Indonesia, baik kemacetan, jarak tempuh harian yang makin panjang, dan biaya bahan bakar yang terus naik sebagai alasan utama BYD mendorong dua pilar teknologinya: kendaraan listrik murni dan Dual Mode yang menggabungkan efisiensi elektrifikasi dengan fleksibilitas jarak jauh, cocok untuk kontur jalan luar Jawa seperti Sumatera Utara yang lebih banyak tanjakan dan medan berbukit.
(unt)
Lihat Juga :