Uji BYD M6 DM di Tanjakan Berastagi: Bagaimana Konsumsi BBM-nya di Medan?
Selasa, 28 Juli 2026 - 15:59 WIB
Namun, rata-rata dari seluruh 11 unit menunjukkan gambaran yang lebih realistis soal beban kerja mesin bensin di jalur menanjak.
Penggunaan baterai rata-rata berada di 13,3 kWh, dengan rentang 7,1-14,5 kWh. Sementara rata-rata bahan bakar yang terpakai mencapai 1,23 liter, dengan rentang 1,04-1,89 liter. Ini hampir tiga kali lipat dibanding rata-rata pemakaian bensin di rute Jakarta.
Jakarta vs Medan: Efek Kontur Jalan pada Efisiensi
Perbandingan kedua rute memperlihatkan pola yang berbeda. Di Jakarta, dengan rute Jakarta-Bogor-BSD-Jakarta yang didominasi tol dan jalan kota relatif datar, rata-rata pemakaian bensin dari 11 unit hanya 0,42 liter, dengan penggunaan baterai rata-rata 13,8 kWh.
Sebaliknya, di Medan, rata-rata pemakaian bensin naik sedikit ke 1,23 liter. Adapun rata-rata penggunaan baterai justru sedikit lebih rendah di 13,3 kWh.
Pola ini konsisten dengan cara kerja sistem Dual Mode di BYD M6 DM: pada tanjakan panjang dan berkelanjutan, motor listrik butuh pasokan daya ekstra yang hanya bisa dipenuhi mesin bensin sebagai generator, sehingga mesin bensin lebih sering menyala dibanding di jalur datar.
Meski begitu, biaya per kilometer hasil terbaik di Medan (Rp244) justru tercatat lebih rendah dibanding Jakarta (Rp293).
Ini menunjukkan bahwa meski konsumsi bensin naik akibat kontur tanjakan, sistem DM 5.0 tetap menjaga efisiensi biaya operasional tetap kompetitif dibanding rute perkotaan yang padat lalu lintas.
Dibanding Mobil Bensin Konvensional, Seberapa Jauh Selisihnya?
Penggunaan baterai rata-rata berada di 13,3 kWh, dengan rentang 7,1-14,5 kWh. Sementara rata-rata bahan bakar yang terpakai mencapai 1,23 liter, dengan rentang 1,04-1,89 liter. Ini hampir tiga kali lipat dibanding rata-rata pemakaian bensin di rute Jakarta.
Jakarta vs Medan: Efek Kontur Jalan pada Efisiensi
Perbandingan kedua rute memperlihatkan pola yang berbeda. Di Jakarta, dengan rute Jakarta-Bogor-BSD-Jakarta yang didominasi tol dan jalan kota relatif datar, rata-rata pemakaian bensin dari 11 unit hanya 0,42 liter, dengan penggunaan baterai rata-rata 13,8 kWh.
Sebaliknya, di Medan, rata-rata pemakaian bensin naik sedikit ke 1,23 liter. Adapun rata-rata penggunaan baterai justru sedikit lebih rendah di 13,3 kWh.
Pola ini konsisten dengan cara kerja sistem Dual Mode di BYD M6 DM: pada tanjakan panjang dan berkelanjutan, motor listrik butuh pasokan daya ekstra yang hanya bisa dipenuhi mesin bensin sebagai generator, sehingga mesin bensin lebih sering menyala dibanding di jalur datar.
Meski begitu, biaya per kilometer hasil terbaik di Medan (Rp244) justru tercatat lebih rendah dibanding Jakarta (Rp293).
Ini menunjukkan bahwa meski konsumsi bensin naik akibat kontur tanjakan, sistem DM 5.0 tetap menjaga efisiensi biaya operasional tetap kompetitif dibanding rute perkotaan yang padat lalu lintas.
Dibanding Mobil Bensin Konvensional, Seberapa Jauh Selisihnya?
Lihat Juga :