Terus Tekan Angka Kecelakaan, Astra Tingkatkan Mutu Tol Cipali
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:39 WIB
Jumlah kecelakaan yang terjadi di ruas tol Cipali lebih rendah dibanding tahun lalu. Foto / IST
JAKARTA - Astra Infra Tol Road Cikopo - Palimanan (Astra Tol Cipali) terus meningkatkan kualitas keamanan tol Cipali. Selain melakukan edukasi pada pengguna tol Cipali, Astra Tol Cipali juga mencoba menekan tingkat kecelakaan di jalan tol Cipali dengan perbaikan dan penambahan alat di area tol Cipali.
Kini, di sepanjang ruas tol Cipali telah terpasang dua buah alat timbang kendaraaan Weight in Motion (WIM) yang berada di KM 74 & KM 178. Pemasangan alat timbang WIM bertujuan untuk mendeteksi golongan yang melintas di ruas Tol Cipali.
Di samping itu juga dilakukan pemasangan wire rope atau sling baja yang mampu menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton dan berfungsi sebagai pembatas jalan. Saat ini total wire rope yang telah terpasang sepanjang ± 44 Km dan dilanjutkan 65 Km di tahun 2021. Selain itu juga terpasang Rumble Dot sepanjang ± 35 Km yang berfungsi sebagai garis kejut untuk mengingatkan kewaspadaan dalam berkendara. (Baca juga : Suzuki Jimny Kalah, Waiting List Trabant Sampai 13 Tahun )
Pada ruas tol Cipali juga telah dilakukan pendalaman median jalan sepanjang 81,245 Km sebagai batas untuk menahan kendaraan agar tidak berpindah lajur. Untuk membuat pengendara berhati-hati di area black spot telah terpasang 11 unit lampu strobe dan juga penambahan 634 unit rambu peringatan dan himbauan untuk berhati-hati, hindari tabrak belakang dan lainnya.
Sejak Maret 2020, telah dilakukan pemasangan marka Speed Reducer dengan jenis Chevron dan Dragon Teeth sepanjang 500 meter di 4 lokasi sebagai pilot project jalan tol pertama di Indonesia. Selain itu 29 unit CCTV telah terpasang di lajur utama yang berfungsi sebagai alat pemantauan real time bagi kecepatan pengguna jalan.
“Pada tahun berjalan jumlah kecelakaan lebih rendah 13% dengan jumlah 721 menjadi 628 di tahun 2020. Berdasarkan kajian KNKT, Jalan Tol Cipali dengan karakteristik jalan tol yang lurus berada di tengah jalan tol trans Jawa memiliki faktor reaksi manusia yang berdampak pada kecelakaan, yaitu resiko lelah pada pengemudi dan tingginya gap kecepatan. Bagi para pengguna jalan jangan dipaksakan untuk terus mengemudi karena faktor penyebab kecelakaan yang besar saat mengantuk atau Lelah terjadi penurunan kesadaran sehingga tidak waspada dan dapat berakibat fatal bagi diri sendiri maupun orang lain," terang Agung Prasetyo, Direktur Operasi Astra Tol Cipali.
Kini, di sepanjang ruas tol Cipali telah terpasang dua buah alat timbang kendaraaan Weight in Motion (WIM) yang berada di KM 74 & KM 178. Pemasangan alat timbang WIM bertujuan untuk mendeteksi golongan yang melintas di ruas Tol Cipali.
Di samping itu juga dilakukan pemasangan wire rope atau sling baja yang mampu menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton dan berfungsi sebagai pembatas jalan. Saat ini total wire rope yang telah terpasang sepanjang ± 44 Km dan dilanjutkan 65 Km di tahun 2021. Selain itu juga terpasang Rumble Dot sepanjang ± 35 Km yang berfungsi sebagai garis kejut untuk mengingatkan kewaspadaan dalam berkendara. (Baca juga : Suzuki Jimny Kalah, Waiting List Trabant Sampai 13 Tahun )
Pada ruas tol Cipali juga telah dilakukan pendalaman median jalan sepanjang 81,245 Km sebagai batas untuk menahan kendaraan agar tidak berpindah lajur. Untuk membuat pengendara berhati-hati di area black spot telah terpasang 11 unit lampu strobe dan juga penambahan 634 unit rambu peringatan dan himbauan untuk berhati-hati, hindari tabrak belakang dan lainnya.
Sejak Maret 2020, telah dilakukan pemasangan marka Speed Reducer dengan jenis Chevron dan Dragon Teeth sepanjang 500 meter di 4 lokasi sebagai pilot project jalan tol pertama di Indonesia. Selain itu 29 unit CCTV telah terpasang di lajur utama yang berfungsi sebagai alat pemantauan real time bagi kecepatan pengguna jalan.
“Pada tahun berjalan jumlah kecelakaan lebih rendah 13% dengan jumlah 721 menjadi 628 di tahun 2020. Berdasarkan kajian KNKT, Jalan Tol Cipali dengan karakteristik jalan tol yang lurus berada di tengah jalan tol trans Jawa memiliki faktor reaksi manusia yang berdampak pada kecelakaan, yaitu resiko lelah pada pengemudi dan tingginya gap kecepatan. Bagi para pengguna jalan jangan dipaksakan untuk terus mengemudi karena faktor penyebab kecelakaan yang besar saat mengantuk atau Lelah terjadi penurunan kesadaran sehingga tidak waspada dan dapat berakibat fatal bagi diri sendiri maupun orang lain," terang Agung Prasetyo, Direktur Operasi Astra Tol Cipali.
Lihat Juga :