Mengemudikan Bus Tanpa Karoseri, Rasanya Seperti Nyetir Gokart Raksasa!
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:02 WIB
Namun, karena mengendarainya di jalan raya dan bukan untuk bersenang-senang, Jemmy melanjutkan, khayalan itu harus dibuang jauh-jauh.
Faktanya, menurut Jemmy mengendarai chassis bus sama sekali tidak enak. ”Start dari gigi 3 atau 4 masih terasa ringan. Sedikit saja kaki menekan pedal rem, pakemnya sudah terasa,” ungkapnya.
”Bantingan suspensi terasa keras dan chassis sangat lentur. Lumayan bikin sakit pinggang. Terpaan angin, sengatan panas dan guyuran hujan sama dirasakan seperti pengendara motor. Kalau bukan karena tugas, saya sih lebih milih nyetir bus yang sudah jadi,” ujar pria yang 24 tahun berprofesi sebagai sopir itu tertawa.
Tapi, mengapa sering terlihat di jalan orang mengendarai sasis bus?
Jawabannya sederhana. Bus terdiri dari dua bagian. Sasis dibuat oleh pabrikan, misalnya Mercedes-Benz. Sedangkan bodi dibuat oleh karoseri lokal.
BACA JUGA :Rival Khabib, Justin Gaethje, Pilih Mobil Milik Iron Man
Faktanya, menurut Jemmy mengendarai chassis bus sama sekali tidak enak. ”Start dari gigi 3 atau 4 masih terasa ringan. Sedikit saja kaki menekan pedal rem, pakemnya sudah terasa,” ungkapnya.
”Bantingan suspensi terasa keras dan chassis sangat lentur. Lumayan bikin sakit pinggang. Terpaan angin, sengatan panas dan guyuran hujan sama dirasakan seperti pengendara motor. Kalau bukan karena tugas, saya sih lebih milih nyetir bus yang sudah jadi,” ujar pria yang 24 tahun berprofesi sebagai sopir itu tertawa.
Tapi, mengapa sering terlihat di jalan orang mengendarai sasis bus?
Jawabannya sederhana. Bus terdiri dari dua bagian. Sasis dibuat oleh pabrikan, misalnya Mercedes-Benz. Sedangkan bodi dibuat oleh karoseri lokal.
BACA JUGA :Rival Khabib, Justin Gaethje, Pilih Mobil Milik Iron Man
Lihat Juga :