Bukan Bangkrut, Harley-Davidson Sewakan Pabrik Untuk Jualan Listrik
Jum'at, 27 November 2020 - 08:31 WIB
Motor listrik Harley-Davidson Livewire merupakan satu-satunya motor listrik yang dibuat Harley-Davidson. Foto / IST
WISCONSIN - Bukan karena mengalami penjualan yang tidak begitu besar atau mengalami kebangkrutan, Harley-Davidson melakukan strategi unik dalam memanfaatkan secara komersial pabrik mereka.Baru-baru ini mereka bekerja sama dengan sebuah lembaga, We Energy untuk pemasangan panel surya di pabrik mereka yang ada di Wisconsin, Amerika Serikat. (Baca juga : Suksesor Lamborghini Aventador Tetap Gunakan Mesin Lama )
Tidak tanggung-tanggung seluruh atap bangunan pabrik diganti dengan panel surya. Total ada 8.400 panel surya terpasang di atap bangunan pabrik. Dari seluruh panel surya itu akan terkumpul energi listrik sebesar 2,25 megawatt. Diperkirakan energi listrik sebesar itu mampu menyupai kebutuhan listrik 400 rumah. "Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan Harley di proyek ini," ucap Tom Metcalfe, Presiden We Energies.
Dia mengatakan proyek pemasangan panel surya di pabrik Harley-Davidson merupakan rangkaian upaya We Energies dalam menyediakan energi listrik yang murah bagi masyarakat. Mereka melihat saat ini energi listrik yang digunakan oleh masyarakat umum masih sangat mahal. Selain itu proses produksi energi listrik masih menyisakan jejak karbon yang panjang.
Tidak tanggung-tanggung seluruh atap bangunan pabrik diganti dengan panel surya. Total ada 8.400 panel surya terpasang di atap bangunan pabrik. Dari seluruh panel surya itu akan terkumpul energi listrik sebesar 2,25 megawatt. Diperkirakan energi listrik sebesar itu mampu menyupai kebutuhan listrik 400 rumah. "Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan Harley di proyek ini," ucap Tom Metcalfe, Presiden We Energies.
Dia mengatakan proyek pemasangan panel surya di pabrik Harley-Davidson merupakan rangkaian upaya We Energies dalam menyediakan energi listrik yang murah bagi masyarakat. Mereka melihat saat ini energi listrik yang digunakan oleh masyarakat umum masih sangat mahal. Selain itu proses produksi energi listrik masih menyisakan jejak karbon yang panjang.
Lihat Juga :