Kompetisi Dua Jagoan Skutik Retro di Pasar Indonesia
Jum'at, 04 Desember 2020 - 11:42 WIB
Di sisi lain, Fino merupakan salah satu penantang dari Scoopy. Tetapi Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)nampaknya masih nyaman dengan motor berdesain retro modern miliknya itu.
Jika Scoopy relatif rajin diberi penyegaran, Fino terakhir kali diperbarui pada 2017 silam. Bahkan, Yamaha meluncurkan varian baru, yakni Fino Grande.
"Kita masih PD (percaya diri) dengan produk yang ada sekarang. perkembangan produk dinamis, kita melihat kebutuhan konsumen (seperti) update desain, update fitur. Kita masih menjual produk yang ada sekarang," jelas Manager Public Relation PT YIMM, Antonius Widiantoro, memberikan alasan, Kamis (4/12/2020).
Meski begitu, Fino memang menggendong mesin lebih besar dibandingkan Scoopy. Yamaha mengandalkan mesin blue core 125 cc berpendingin udara. Lewat transmisi otomatisnya, motor ini dapat menghasilkan 7,0 kW / 8000 rpm dan torsi 9,6 Nm / 5500 rpm.
""Di kelas 125 itu penjualannya hampir merata karena tidak melihat siapa yang paling tinggi, setiap produk kita sesuaikan dengan karakter konsumennya," tambah Anton.
Jika Scoopy relatif rajin diberi penyegaran, Fino terakhir kali diperbarui pada 2017 silam. Bahkan, Yamaha meluncurkan varian baru, yakni Fino Grande.
"Kita masih PD (percaya diri) dengan produk yang ada sekarang. perkembangan produk dinamis, kita melihat kebutuhan konsumen (seperti) update desain, update fitur. Kita masih menjual produk yang ada sekarang," jelas Manager Public Relation PT YIMM, Antonius Widiantoro, memberikan alasan, Kamis (4/12/2020).
Meski begitu, Fino memang menggendong mesin lebih besar dibandingkan Scoopy. Yamaha mengandalkan mesin blue core 125 cc berpendingin udara. Lewat transmisi otomatisnya, motor ini dapat menghasilkan 7,0 kW / 8000 rpm dan torsi 9,6 Nm / 5500 rpm.
""Di kelas 125 itu penjualannya hampir merata karena tidak melihat siapa yang paling tinggi, setiap produk kita sesuaikan dengan karakter konsumennya," tambah Anton.
Lihat Juga :