Bos Besar Toyota Enggak Nyaman dengan Perkembangan Industri Mobil Listrik
Minggu, 20 Desember 2020 - 00:12 WIB
Tetapi larangan mobil tradisional tidak akan "sesabar" itu dan Toyoda tahu benar akan hal itu. Jika perusahaannya ingin tetap relevan, maka mereka harus mulai menjual EV pada 2021. Faktanya, Lexus dan Toyota terpaksa melakukannya di China jauh sebelumnya dengan UX dan versi listrik C-HR, masing-masing.
Mengutip Wall Street Journal, laman insideevs, situs berita khusus mobil listrik, menyatakan, Toyota telah mencoba menjual kendaraan listrik dengan paket baterai dan motor Tesla, tapi itu sudah lama tidak dilakukannya lagi. Sampai sekarang alasannya tidak pernah disebutkan.
Sekarang Toyota mencoba menjadikan kendaraan sel bahan bakar sebagai alternatif mobil penumpang dengan Mirai, tetapi infrastruktur hidrogen juga akan menuntut investasi besar. Meski begitu, aneh sekali Toyota mengangkatnya sebagai masalah yang terbatas pada kendaraan listrik bertenaga baterai.
Dari ketiga poin yang dibuatnya, EV (electric vehicle) yang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida telah terbukti sebagai kesalahan dalam menjaga lingkungan dari karbondioksiada. Dia bisa saja mengklaim kekhawatiran tentang keamanan baterai lithium-ion, dengan risiko pelarian termal. Atau penambangan mungkin merupakan masalah lingkungan dan persoalan hak asasi manusia.
Namun, Bos Toyota ini tampaknya tidak menyentuh subjek ini. Hal itu kemungkinan karena Toyota sadar harus menggunakan sel ini dalam EV sebelum baterai solid-state siap.
Mengutip Wall Street Journal, laman insideevs, situs berita khusus mobil listrik, menyatakan, Toyota telah mencoba menjual kendaraan listrik dengan paket baterai dan motor Tesla, tapi itu sudah lama tidak dilakukannya lagi. Sampai sekarang alasannya tidak pernah disebutkan.
Sekarang Toyota mencoba menjadikan kendaraan sel bahan bakar sebagai alternatif mobil penumpang dengan Mirai, tetapi infrastruktur hidrogen juga akan menuntut investasi besar. Meski begitu, aneh sekali Toyota mengangkatnya sebagai masalah yang terbatas pada kendaraan listrik bertenaga baterai.
Dari ketiga poin yang dibuatnya, EV (electric vehicle) yang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida telah terbukti sebagai kesalahan dalam menjaga lingkungan dari karbondioksiada. Dia bisa saja mengklaim kekhawatiran tentang keamanan baterai lithium-ion, dengan risiko pelarian termal. Atau penambangan mungkin merupakan masalah lingkungan dan persoalan hak asasi manusia.
Namun, Bos Toyota ini tampaknya tidak menyentuh subjek ini. Hal itu kemungkinan karena Toyota sadar harus menggunakan sel ini dalam EV sebelum baterai solid-state siap.
Lihat Juga :