Tesla Tuntut Media China karena Dianggap Pekerjakan Karyawan Seperti Penjajah
Minggu, 24 Januari 2021 - 06:01 WIB
Pabrik Tesla di Shanghai berhasil memproduksi Tesla Model 3 dalam jumlah yang fantastis. Foto/IST
SHANGHAI - Tesla baru-baru ini mengajukan gugatan kepada media China, PingWest. Tesla gusar karena berita tuduhan yang mengatakan gaya bekerja mereka kepada karyawan tidak ubahnya seperti kerja paksa yang dilakukan oleh penjajah. Dalam laporan yang ditulis oleh PingWest disebutkan karyawan pabrik Tesla di Shanghai mengalami banyak hal yang tidak manusiawi karena tingginya tuntutan produksi pabrik. Baca juga : Start Up Israel Siap Akhiri Mimpi Buruk Mobil Listrik Menurut PingWest, tingginya produksi mobil Tesla di pabrik Tesla Gigafactory Shanghai bukan karena tenologi canggih. Alih-alih karena karyawan mereka diperkerjakan melebihi jam kerja. Parahnya para karyawan juga tidak mendapatkan makanan yang layak makan. Selain itu jam kerja yang tinggi membuat mereka merasa produk yang mereka hasilkan tidak memenuhi standar internasional.
Baca juga : Tesla Model S Diubah Jadi Cabriolet, Bagus atau Jelek?
"Sama sekali tidak ada makanan ringan yang disediakan untuk karyawan. Mereka yang bekerja lembur saja yang mendapat makanan ringan di dalam kotak. Itu pun kemudian diganti dengan mie instan dan roti. Banyak karyawan yang terbiasa di perusahaan internasional mengalami masalah pencernaan karena terus-terusan dipaksa makan mie instan," tulis Pingwest.
Baca juga : Tesla Model S Diubah Jadi Cabriolet, Bagus atau Jelek?
"Sama sekali tidak ada makanan ringan yang disediakan untuk karyawan. Mereka yang bekerja lembur saja yang mendapat makanan ringan di dalam kotak. Itu pun kemudian diganti dengan mie instan dan roti. Banyak karyawan yang terbiasa di perusahaan internasional mengalami masalah pencernaan karena terus-terusan dipaksa makan mie instan," tulis Pingwest.
Lihat Juga :