Teknologi Aquix untuk Solusi Krisis Air Sambangi Indonesia di 2021

Jum'at, 22 Mei 2020 - 22:30 WIB
Krisis Air di Indonesia

Forum Air Dunia memprediksi krisis air di Indonesia akan mulai terasa pada 2025. Tanda-tanda menuju krisis itu mulai terasa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sedikitnya 102 kabupaten dari 16 provinsi di Indonesia mengalami kekeringan. Ini dikarenalkan ketersediaan air yang tidak mencukupi, serta dampak dari musim kemarau.

Kekeringan paling banyak terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan dan Bali dan NTT. Untuk itu, pada 2024, pemerintah telah menargetkan seluruh masyarakat memiliki akses air minum yang layak dan itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.

Untuk menjawab tantangan krisis air dan untuk mendukung target RPJMN, Aquix Teknologi Indonesia sebagai mitra global dari Aquix LLC Rusia akan menghadirkan teknologi ekstraksi air dari udara. Teknologinya dianggap mampu menghasilkan lebih dari 700 ton air bersih dan murni dalam sehari.

"Atmosfir udara adalah reservoir raksasa uap air. Dalam 1m3 udara terkandung 10-15mg uap air, teknologi kami mampu mengekstraksi uap air tersebut untuk menghasilkan air bersih dan murni yang siap untuk dikonsumsi masyarakat. Teknologi kami mampu menghasilkan lebih dari 700 ton air dalam sehari,” klaim Sammy Soru, Presiden Direktur Aquix Teknologi Indonesia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (22/5/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!