Permintaan Lithium Tinggi, Suzuki Akan Pakai Hidrogen

Kamis, 05 Agustus 2021 - 10:01 WIB
Situasi tersebut membuat EV sulit dijual di negara-negara seperti India yang pendapatan per kapitanya hanya sekitar USD2.000 atau sekitar lima persen di Eropa dan Jepang di mana 95 persen mobil dijual dengan harga di bawah USD20.000.

“Kita perlu mengidentifikasi strategi untuk terus bergerak maju. Target nol emisi juga perlu konsisten dengan kondisi ekonomi dan infrastruktur di dalam negeri,” kata Bhargava.

Untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi, Maruti kini memprioritaskan penjualan mobil yang menggunakan gas alam terkompresi (CNG), selain berinvestasi pada teknologi hybrid. Penggunaan hidrogen juga dipandang sebagai alternatif yang menarik.

Suzuki Motor Corp, yang mengendalikan Maruti, kini aktif mengembangkan teknologi bersih yang cocok untuk pasar India.

Pernyataan dari Bhargava muncul setelah EV mendapatkan perhatian yang meningkat di India dengan Tesla mencoba melobi pemerintah untuk mengurangi bea masuk pada EV. Permintaan Tesla memicu perdebatan di industri otomotif ketika Hyundai Motor Co. juga mendukung pemotongan pajak untuk mobil impor.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!