Begini Cara Huawei Menjamin Keamanan Jaringan dan Capai SDGs PBB

Jum'at, 10 Juli 2020 - 11:59 WIB
Huawei juga menyebutkan target jangka menengah dan panjang untuk pengurangan emisi karbon, ekonomi sirkular, energi terbarukan, serta kemajuan yang dicapai di 2019. Dalam rangka mengurangi emisi, raksasa manufaktur China itu berhasil meningkatkan efisiensi energi pada produk-produk utama hingga 22%.

"Pada 2019, Huawei menggunakan 1,25 miliar kWh energi bersih, yang setara dengan pengurangan 570.000 ton CO2," ujarnya.

Guna berkontribusi terhadap ekonomi sirkular, Huawei berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan sumber daya di seluruh siklus hidup produk. Misalnya, 86% dari produk yang dikembalikan ke perusahaan digunakan kembali, dan hanya 1,24% dari limbah elektroniknya yang ditimbun.

Huawei juga berupaya menggunakan lebih banyak energi terbarukan. Pembangkit fotovoltaik (PV) yang dibangun di Kampus Huawei memiliki kapasitas gabungan 19,35 MW, serta menghasilkan 13,57 juta kWh listrik pada 2019.

Perusahaan juga menerapkan solusi PV pintar pada skala yang lebih besar, seperti di pembangkit PV berkapasitas 300 MW di Provinsi Jujuy Argentina. Pembangkit PV ini menghasilkan 660 juta kWh listrik setiap tahun, yang cukup untuk memberi daya 160.000 rumah.

Huawei berkomitmen melanjutkan inklusi digital dan menjadikan teknologi digital dapat diakses oleh semua. Pada 2019, Huawei meluncurkan solusi RuralStar Lite, yang sangat mengurangi biaya konstruksi bangunan dan menghubungkan lebih dari 40 juta orang di tempat-tempat terpencil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!