Biden Sebut Mobil Listrik Masa Depan Otomotif, Bangun Pengisi Daya EV Sepanjang 75.000 Mil
Selasa, 28 Maret 2023 - 17:21 WIB
loading...
Joe Biden. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menyatakan, perjalanan darat di Amerika saat ini akan lebih hebat. Hal ini menyusul dibangunnya pengisi daya EV untuk kendaraan listrik.
Seperti diunggah Twitter President Biden @POTUS. Dikatakan, kendaraan listrik adalah masa depan otomotif.
"Kendaraan listrik adalah masa depan otomotif. Itulah sebabnya kami membangun pengisi daya EV di jalan raya sepanjang lebih dari 75.000 mil," katanya, dikutip SINDOnews, Selasa (28/3/2023).
Baca juga: Mobil Listrik Baru Lebih Bermasalah Dibanding Mobil Listrik Lama
Dengan kendaraan listrik, dan pembangunan pengisi daya yang ada, Biden optimistis berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga Amerika.
"Ini akan menyemarakkan perjalanan darat Amerika yang hebat, menciptakan pekerjaan dengan gaji yang baik, dan membantu kita membangun hari esok yang lebih bersih," sambungnya.
Cuitan Biden ini kontan menuai reaksi netizen. Sayang, kebanyakan reaksi itu lebih banyak kritik terhadap kebijakan pemerintah AS yang dinilai semakin menyulitkan kehidupan warga Amerika.
Seperti diunggah Twitter President Biden @POTUS. Dikatakan, kendaraan listrik adalah masa depan otomotif.
"Kendaraan listrik adalah masa depan otomotif. Itulah sebabnya kami membangun pengisi daya EV di jalan raya sepanjang lebih dari 75.000 mil," katanya, dikutip SINDOnews, Selasa (28/3/2023).
Baca juga: Mobil Listrik Baru Lebih Bermasalah Dibanding Mobil Listrik Lama
Dengan kendaraan listrik, dan pembangunan pengisi daya yang ada, Biden optimistis berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga Amerika.
"Ini akan menyemarakkan perjalanan darat Amerika yang hebat, menciptakan pekerjaan dengan gaji yang baik, dan membantu kita membangun hari esok yang lebih bersih," sambungnya.
Cuitan Biden ini kontan menuai reaksi netizen. Sayang, kebanyakan reaksi itu lebih banyak kritik terhadap kebijakan pemerintah AS yang dinilai semakin menyulitkan kehidupan warga Amerika.
Lihat Juga :