Pakar Keselamatan Berkendara Kritisi Sulitnya Lintasan Ujian Praktik SIM C
Senin, 03 Juli 2023 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
“Ini penting, zig zag dan angka 8 itu kan dasar. Kalau untuk angka 8, itu tidak perlu diberi batasan. Dibebaskan saja, berputar sejauh-jauhnya dalam batas jalan raya berapa sih lebarnya. Kalau kita U-turn itu bisa 6-8 meter loh. Dan orang U-turn kakinya tidak turun, tidak mungkin,” ujarnya.
Menurutnya, pihak kepolisian seharusnya menggandeng praktisi keselamatan berkendara yang sudah hapal betul seperti apa kondisi sesungguhnya di jalan raya. Ini akan membuat ujian praktek SIM C lebih realistis bagi pemohon.
Baca Juga: Perbaikan Pengurusan SIM Diharapkan Bersihkan Praktik Pungli
“Ini hal-hal mudah yang menurut saya temen-temen polisi tidak melibatkan praktisi keselamatan untuk mengedukasi, ‘ini gimana sih buatnya?’. Karena temen-temen praktisi gak pernah diajak ngobrol, tiba-tiba sudah jadi treknya sudah jadi,” ucapnya.
Seperti diketahui, apabila gagal dalam ujian dalam pembuatan SIM, maka pemohon harus datang dua pekan berikutnya untuk melakukan ujian kembali. Masa tunggu tersebut juga dinilai terlalu lama, sehingga diwacanakan untuk mengulang ujian padahariitujuga.
Menurutnya, pihak kepolisian seharusnya menggandeng praktisi keselamatan berkendara yang sudah hapal betul seperti apa kondisi sesungguhnya di jalan raya. Ini akan membuat ujian praktek SIM C lebih realistis bagi pemohon.
Baca Juga: Perbaikan Pengurusan SIM Diharapkan Bersihkan Praktik Pungli
“Ini hal-hal mudah yang menurut saya temen-temen polisi tidak melibatkan praktisi keselamatan untuk mengedukasi, ‘ini gimana sih buatnya?’. Karena temen-temen praktisi gak pernah diajak ngobrol, tiba-tiba sudah jadi treknya sudah jadi,” ucapnya.
Seperti diketahui, apabila gagal dalam ujian dalam pembuatan SIM, maka pemohon harus datang dua pekan berikutnya untuk melakukan ujian kembali. Masa tunggu tersebut juga dinilai terlalu lama, sehingga diwacanakan untuk mengulang ujian padahariitujuga.
(dan)
Lihat Juga :