Jika Berbahaya, Pengamat Sarankan Pejabat Indonesia Jangan Main TikTok
Senin, 27 Juli 2020 - 11:59 WIB
loading...
A
A
A
Pratama menambahkan, TikTok seperti platform internet lainnya tetap menyimpan dan mengolah data pengguna. Hal inilah yang dicurigai oleh AS dan Eropa, bahwa data pengguna serta aplikasi TikTok digunakan untuk mata-mata.
Aplikasi game Pokemon juga pernah mendapat tuduhan serupa. Tetapi tuduhan teesebut juga tidak terbukti. Malah isu-isu besar seperti ini sebenarnya mungkin dimanfaatkan menjadi sarana promosi gratis aplikasi-aplikasi tersebut.
“Sebenarnya layanan Facebook, Google, Instagram, dan semacamnya juga melakukan berbagai pengumpulan data. Misalnya dalam kasus Cambridge Analytica, data pengguna Facebook dipotimasi untuk membuat Donald Trump dan kubu Brexit di Inggris menang dalam pemilihan,” tegasnya.
Pratama menyarankan untuk mengatur pengamanan pengaturan privasi pengguna di masing-masing gawai, lewat fitur pengizinan di setiap aplikasi. Banyak aplikasi yang meminta akses kamera, mikropon, telepon, log, dan lainnya.
“Kebanyakan pengguna meremehkan, menganggap pesan tersebut hanya informasi saja padahal sangat penting,” tandasnya.
Aplikasi game Pokemon juga pernah mendapat tuduhan serupa. Tetapi tuduhan teesebut juga tidak terbukti. Malah isu-isu besar seperti ini sebenarnya mungkin dimanfaatkan menjadi sarana promosi gratis aplikasi-aplikasi tersebut.
“Sebenarnya layanan Facebook, Google, Instagram, dan semacamnya juga melakukan berbagai pengumpulan data. Misalnya dalam kasus Cambridge Analytica, data pengguna Facebook dipotimasi untuk membuat Donald Trump dan kubu Brexit di Inggris menang dalam pemilihan,” tegasnya.
Pratama menyarankan untuk mengatur pengamanan pengaturan privasi pengguna di masing-masing gawai, lewat fitur pengizinan di setiap aplikasi. Banyak aplikasi yang meminta akses kamera, mikropon, telepon, log, dan lainnya.
“Kebanyakan pengguna meremehkan, menganggap pesan tersebut hanya informasi saja padahal sangat penting,” tandasnya.
(wbs)
Lihat Juga :