Mirip Malaysia, Baru Ada 900 Unit Charging Station Mobil Listrik di Indonesia
Jum'at, 08 September 2023 - 06:49 WIB
loading...
Indonesia perlu menambah jumlah SPKLU untuk mendukung pesatnya pertumbuhan populasi mobil listrik. Foto: PLN
A
A
A
JAKARTA - Keberadaan charging station mobil listrik di Indonesia masih perlu digenjot. Hingga kini baru ada 900 charging station yang tersedia. Kondisi itu diungkap oleh Ahmad Syauki, VP Perencanaan dan Pengembangan Produk Niaga PT PLN, Rabu (6/9/2023) lalu saat menghadiri peresmian charging hub milik Senayan City dan Voltron.
Sebagai perbandingan, negara tetangga Malaysia baru memiliki 1.000 unit charging station dan memiliki target hingga 10.000 unit hingga 2025 mendatang.
Dia mengatakan untuk menggenjot penambahan charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrikk Umum (SPKLU) memang sangat diperlukan bantuan swasta.
"Saat ini sekitar 900 SPKLU dan sebanyak 620 dikelola oleh PLN. Harapan kami swasta segera masuk dengan skema mandiri dan kemitraan," jelas Ahmad Syauki.
![Mirip Malaysia, Baru Ada 900 Unit Charging Station Mobil Listrik di Indonesia]()
Dia mengatakan PLN sendiri terus melanjutkan pendirian SPKLU. Hingga akhir tahun ini sebanyak 200 SPKLU akan dibangun oleh PLN. “Dari 620-an unit, sekitar 60-70 persennya berada di Jabodetabek. Sebaran tentu mengikuti populasi mobil. Karena hampir 75 persen populasi (kendaraan listrik) di Jabodetabek,” kata dia.
Sebagai perbandingan, negara tetangga Malaysia baru memiliki 1.000 unit charging station dan memiliki target hingga 10.000 unit hingga 2025 mendatang.
Dia mengatakan untuk menggenjot penambahan charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrikk Umum (SPKLU) memang sangat diperlukan bantuan swasta.
"Saat ini sekitar 900 SPKLU dan sebanyak 620 dikelola oleh PLN. Harapan kami swasta segera masuk dengan skema mandiri dan kemitraan," jelas Ahmad Syauki.
.jpg)
Dia mengatakan PLN sendiri terus melanjutkan pendirian SPKLU. Hingga akhir tahun ini sebanyak 200 SPKLU akan dibangun oleh PLN. “Dari 620-an unit, sekitar 60-70 persennya berada di Jabodetabek. Sebaran tentu mengikuti populasi mobil. Karena hampir 75 persen populasi (kendaraan listrik) di Jabodetabek,” kata dia.
Lihat Juga :