Skandal Manipulasi Uji Tabrak, Daihatsu Gelar Investigasi Besar hingga Potensi Recall
Kamis, 21 Desember 2023 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi itu menurut Hiromasha Hoshika, Executive Vice President Daihatsu Motor Co, akan berdampak pada suplier, rekanan bisnis, dan kustomer Daihatsu. Mereka yang telah memesan mobil Daihatsu, terutama yang terdampak penyimpangan, untuk sementara tidak akan bisa menerima mobil tersebut.
"Saat ini kami memiliki 143 suplier di Jepang. 47 dari mereka sangat bergantung dengan Daihatsu. Termasuk soal pendapatan mereka. Impaknya memang sangat besar. Mengenai kompensasi kami akan mengurusnya kasus per kasus untuk memastikan bahwa kami memperhatikan juga," tegasnya.
Sementara mengenai mobil-mobil Daihatsu dan Toyota yang telah beredar di jalan dan mengalami penyimpangan prosedur, Daihatsu masih belum memutuskan untuk melakukan recall. Prosedur recall baru akan dilakukan jika memang investigasi lanjutan mewajibkan hal itu untuk dilakukan.
"Saat ini kami tidak mendengar adanya masalah dan kecelakaan karena kejadian ini. Secara pribadi saya melihatnya mobil itu bisa dikendarai dengan tetap mengedepankan kehatian-hatian dan keselamatan," ujar Soichiro Okudaira.
![Skandal Manipulasi Uji Tabrak, Daihatsu Gelar Investigasi Besar hingga Potensi Recall]()
Diketahui beberapa mobil Daihatsu dan Toyota yang terdampak kasus penyimpangan tersebut sebagian merupakan produk-produk yang juga diproduksi di Indonesia terutama untuk pasar ekspor. Mobil-mobil itu adalah Daihatsu Agya (Ekuador, Uruguay, Kamboja), Toyota Rush (Ekuador, Malaysia), Toyota Avanza (Indonesia, Meksiko, Kamboja, Thailand, Vietnam, Peru, Bolivia). Mobil-mobil itu diproduksi di pT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Selain itu ada mobil-mobil yang diproduksi di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yakni Toyota Avanza (Indonesia, Meksiko, Kamboja, Thailand, Vietnam, Peru, Bolivia). Toyota Veloz (Indonesia, Malaysia, Kamboja, Meksiko, Thailand). Toyota Yaris Cross (Kamboja, Chili, Uruguay).
"Saat ini kami memiliki 143 suplier di Jepang. 47 dari mereka sangat bergantung dengan Daihatsu. Termasuk soal pendapatan mereka. Impaknya memang sangat besar. Mengenai kompensasi kami akan mengurusnya kasus per kasus untuk memastikan bahwa kami memperhatikan juga," tegasnya.
Sementara mengenai mobil-mobil Daihatsu dan Toyota yang telah beredar di jalan dan mengalami penyimpangan prosedur, Daihatsu masih belum memutuskan untuk melakukan recall. Prosedur recall baru akan dilakukan jika memang investigasi lanjutan mewajibkan hal itu untuk dilakukan.
"Saat ini kami tidak mendengar adanya masalah dan kecelakaan karena kejadian ini. Secara pribadi saya melihatnya mobil itu bisa dikendarai dengan tetap mengedepankan kehatian-hatian dan keselamatan," ujar Soichiro Okudaira.

Diketahui beberapa mobil Daihatsu dan Toyota yang terdampak kasus penyimpangan tersebut sebagian merupakan produk-produk yang juga diproduksi di Indonesia terutama untuk pasar ekspor. Mobil-mobil itu adalah Daihatsu Agya (Ekuador, Uruguay, Kamboja), Toyota Rush (Ekuador, Malaysia), Toyota Avanza (Indonesia, Meksiko, Kamboja, Thailand, Vietnam, Peru, Bolivia). Mobil-mobil itu diproduksi di pT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Selain itu ada mobil-mobil yang diproduksi di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yakni Toyota Avanza (Indonesia, Meksiko, Kamboja, Thailand, Vietnam, Peru, Bolivia). Toyota Veloz (Indonesia, Malaysia, Kamboja, Meksiko, Thailand). Toyota Yaris Cross (Kamboja, Chili, Uruguay).
(wib)
Lihat Juga :