Daihatsu Rugi 100 Miliar Yen Dampak Skandal Uji Keselamatan
Minggu, 31 Desember 2023 - 09:37 WIB
loading...
Skandal uji keselamatan yang melanda Daihatsu membuat penghentian total produksi sehingga diperkirakan menderita kerugian 100 miliar yen atau Rp10,9 triliun. Foto/Mainichi/ToyotaGlobal
A
A
A
TOKYO - Skandal uji keselamatan yang melanda Daihatsu membuat penghentian total produksi sehingga diperkirakan menderita kerugian 100 miliar yen atau Rp10,9 triliun. Kementerian Transportasi Jepang sedang melakukan penyelidikan dan telah mengarahkan Daihatsu untuk menghentikan pengiriman sampai keamanan kendaraannya dapat diverifikasi.
Penghentian total produksi Daihatsu dilakukan sebagai dampak dari skandal uji keselamatan sehingga merugikan produsen mobil tersebut secara finansial. Menurut laporan berita Nikkei Asia, diperkirakan Daihatsu akan menderita kerugian lebih dari 100 miliar yen (Rp10,9 triliun) akibat penutupan pabrik serta pemberian kompensasi finansial kepada pemasok.
Daihatsu belum memberikan informasi kapan produksi dalam negeri akan dilanjutkan, namun laporan berita sebelumnya mengindikasikan bahwa penghentian produksi akan berlangsung setidaknya hingga akhir Januari 2024. Sedangkan untuk Indonesia dan Malaysia, produksi dan pengiriman sudah kembali berjalan.
Baca juga; Daihatsu Tegaskan Produksi dan Distribusi di Indonesia Tetap Berjalan Normal
“Selain hilangnya penjualan domestik, Daihatsu juga akan melakukan negosiasi dengan pemasok mengenai kompensasi atas hilangnya pendapatan. Hal ini diperkirakan akan memakan biaya besar,” tulis laman Paultan dikutip SINDOnews, Minggu (31/12/2023).
Selain itu, biaya lebih lanjut yang berasal dari investigasi dan uji keselamatan tambahan juga akan diperhitungkan. Skandal ini berbeda dengan tahun fiskal 2022, ketika Daihatsu melaporkan laba operasional konsolidasi sebesar 141,8 miliar yen dan laba bersih sebesar 102,2 miliar yen.
![Daihatsu Rugi 100 Miliar Yen Dampak Skandal Uji Keselamatan]()
Tampaknya tidak akan ada masalah arus kas dalam waktu dekat, karena pada akhir Maret, aset likuid perusahaan dikurangi kewajiban yang harus dibayar berjumlah lebih dari 500 miliar yen “Jika dampak skandal tersebut mendorong laba konsolidasi ke zona merah, maka ini akan menjadi kerugian pertama yang dihadapi perusahaan dalam 30 tahun,” tulis Paultan.
Penghentian total produksi Daihatsu dilakukan sebagai dampak dari skandal uji keselamatan sehingga merugikan produsen mobil tersebut secara finansial. Menurut laporan berita Nikkei Asia, diperkirakan Daihatsu akan menderita kerugian lebih dari 100 miliar yen (Rp10,9 triliun) akibat penutupan pabrik serta pemberian kompensasi finansial kepada pemasok.
Daihatsu belum memberikan informasi kapan produksi dalam negeri akan dilanjutkan, namun laporan berita sebelumnya mengindikasikan bahwa penghentian produksi akan berlangsung setidaknya hingga akhir Januari 2024. Sedangkan untuk Indonesia dan Malaysia, produksi dan pengiriman sudah kembali berjalan.
Baca juga; Daihatsu Tegaskan Produksi dan Distribusi di Indonesia Tetap Berjalan Normal
“Selain hilangnya penjualan domestik, Daihatsu juga akan melakukan negosiasi dengan pemasok mengenai kompensasi atas hilangnya pendapatan. Hal ini diperkirakan akan memakan biaya besar,” tulis laman Paultan dikutip SINDOnews, Minggu (31/12/2023).
Selain itu, biaya lebih lanjut yang berasal dari investigasi dan uji keselamatan tambahan juga akan diperhitungkan. Skandal ini berbeda dengan tahun fiskal 2022, ketika Daihatsu melaporkan laba operasional konsolidasi sebesar 141,8 miliar yen dan laba bersih sebesar 102,2 miliar yen.

Tampaknya tidak akan ada masalah arus kas dalam waktu dekat, karena pada akhir Maret, aset likuid perusahaan dikurangi kewajiban yang harus dibayar berjumlah lebih dari 500 miliar yen “Jika dampak skandal tersebut mendorong laba konsolidasi ke zona merah, maka ini akan menjadi kerugian pertama yang dihadapi perusahaan dalam 30 tahun,” tulis Paultan.
Lihat Juga :