Dongfeng Pastikan Perang Harga Mobil Listrik China Akan Dimulai Tahun Ini
Jum'at, 05 Januari 2024 - 19:08 WIB
loading...
Perang Harga Mobil Listrik China Akan Dimulai. FOTO/ CARSCOOPS
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2024 akan terjadi perang harga berkelanjutan yang akan memberikan tekanan pada lebih dari 200 produsen mobil listrik (EV) di China.
BACA JUGA - Dongfeng Mengshi, Mobil Perang China yang Sangat Mematikan
Menurut Liu Luochuan, direktur pusat penelitian pengembangan strategis di Dongfeng Motor mengatakan kepada situs Chaixin, tahun baru ini akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang, siapa yang kalah, siapa yang bertahan dan siapa yang akan dikuburkan.
Seperti dilansir dari Nikkei Asia Jumat (5/1/2024), asosiasi produsen memperkirakan pertumbuhan penjualan akan melambat menjadi 3 persen pada tahun 2024, sementara pasar domestik masih terjebak dalam persaingan yang ketat.
Situasi ini mungkin akan menyebabkan beberapa produsen tersingkir dari medan perang pada tahun 2025 dan 2026.
Liu lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun transisi industri ke kendaraan listrik dan mobil pintar berkembang pesat, sebagian besar produsen masih belum memiliki skala yang cukup untuk mencapai titik impas.
“Hanya produsen yang memproduksi setidaknya 500.000 unit kendaraan energi baru (NEV, termasuk EV dan hibrida plug-in) yang mampu memperoleh keuntungan. Selebihnya harus terus berjuang untuk bertahan,” ujarnya.
Perang harga dimulai di China setelah subsidi yang diberlakukan sejak 2009 berakhir pada akhir tahun 2022.
BACA JUGA - Dongfeng Mengshi, Mobil Perang China yang Sangat Mematikan
Menurut Liu Luochuan, direktur pusat penelitian pengembangan strategis di Dongfeng Motor mengatakan kepada situs Chaixin, tahun baru ini akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang, siapa yang kalah, siapa yang bertahan dan siapa yang akan dikuburkan.
Seperti dilansir dari Nikkei Asia Jumat (5/1/2024), asosiasi produsen memperkirakan pertumbuhan penjualan akan melambat menjadi 3 persen pada tahun 2024, sementara pasar domestik masih terjebak dalam persaingan yang ketat.
Situasi ini mungkin akan menyebabkan beberapa produsen tersingkir dari medan perang pada tahun 2025 dan 2026.
Liu lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun transisi industri ke kendaraan listrik dan mobil pintar berkembang pesat, sebagian besar produsen masih belum memiliki skala yang cukup untuk mencapai titik impas.
“Hanya produsen yang memproduksi setidaknya 500.000 unit kendaraan energi baru (NEV, termasuk EV dan hibrida plug-in) yang mampu memperoleh keuntungan. Selebihnya harus terus berjuang untuk bertahan,” ujarnya.
Perang harga dimulai di China setelah subsidi yang diberlakukan sejak 2009 berakhir pada akhir tahun 2022.
Lihat Juga :