Banyak Mobil Listrik Beredar di Indonesia, Mana Saja yang Pakai Baterai LFP?
Senin, 22 Januari 2024 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Sertifikasi itu membuat baterai tahan terhadap genangan air sehingga tidak khawatir terjadi konsleting.
Baterai LFP pada Wuling Air ev berkapasitas 26,7 kWh untuk varian Long Range dan 17,3 kWh untuk tipe Standar Range dan Lite. Sementara baterai LFP Wuling BinguoEV memiliki kapasitas 31,9 kWh versi 333 km dan 37,9 kWh pada tipe 410 km.
Kemudian ada Chery Omoda E5 yang menggunakan baterai LFP berkapasitas 61kWh. Tersedia pengisian AC maksimal 9,9 kW serta fast charging atau DC hingga 80 kW. Proses pengisian baterai dari 30-80 persen diklaim dapat dilakukan dalam waktu 28 menit.
Berikutnya adalah BYD yang menggunakan baterai LFP hasil produksi sendiri yang disebut Blade Battery pada hampir seluruh kendaraan listrik buatan mereka.
Bahkan, Omoda E5 menggunakan baterai LFP buatan BYD yang membuat ongkos produksi lebih murah dan baterai lebih tahan lama.
Baterai LFP pada Wuling Air ev berkapasitas 26,7 kWh untuk varian Long Range dan 17,3 kWh untuk tipe Standar Range dan Lite. Sementara baterai LFP Wuling BinguoEV memiliki kapasitas 31,9 kWh versi 333 km dan 37,9 kWh pada tipe 410 km.
Kemudian ada Chery Omoda E5 yang menggunakan baterai LFP berkapasitas 61kWh. Tersedia pengisian AC maksimal 9,9 kW serta fast charging atau DC hingga 80 kW. Proses pengisian baterai dari 30-80 persen diklaim dapat dilakukan dalam waktu 28 menit.
Berikutnya adalah BYD yang menggunakan baterai LFP hasil produksi sendiri yang disebut Blade Battery pada hampir seluruh kendaraan listrik buatan mereka.
Bahkan, Omoda E5 menggunakan baterai LFP buatan BYD yang membuat ongkos produksi lebih murah dan baterai lebih tahan lama.
Lihat Juga :