Pemerintah Genjot Pemeriksaan Corona Menggunakan Metode PCR
Selasa, 14 April 2020 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan, sudah lebih dari 27.000 orang yang diperiksa menggunakan metode PCR.
“Sampai hari ini (per Minggu, 12/4/2020) sudah lebih dari 27.000 orang yang diperiksa dengan menggunakan metode PCR," kata Yuri.
Kendati demikian, Presiden Joko Widodo memaparkan, dari 78 labolatorium yang disiapkan pemerintah untuk melakukan tes menggunakan metode PCR, baru 29 labolatorium yang bisa digunakan. "Lab dulu hanya tiga, sekarang sudah meloncat menjadi 29 tempat dari 78 yang dipersiapkan," sebutnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memprediksi puncak penularan virus corona di Indonesia terjadi pada Mei 2020. Maka dari itu, pemerintah menargetkan pelaksanaan tes PCR terhadap 9.000 orang setiap harinya.
“Masa puncak (penularan Corona) di negara kita diprediksikan akan terjadi 5-6 minggu mendatang," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.
“Sampai hari ini (per Minggu, 12/4/2020) sudah lebih dari 27.000 orang yang diperiksa dengan menggunakan metode PCR," kata Yuri.
Kendati demikian, Presiden Joko Widodo memaparkan, dari 78 labolatorium yang disiapkan pemerintah untuk melakukan tes menggunakan metode PCR, baru 29 labolatorium yang bisa digunakan. "Lab dulu hanya tiga, sekarang sudah meloncat menjadi 29 tempat dari 78 yang dipersiapkan," sebutnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memprediksi puncak penularan virus corona di Indonesia terjadi pada Mei 2020. Maka dari itu, pemerintah menargetkan pelaksanaan tes PCR terhadap 9.000 orang setiap harinya.
“Masa puncak (penularan Corona) di negara kita diprediksikan akan terjadi 5-6 minggu mendatang," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.
(iqb)
Lihat Juga :