Demi Bisa Jualan Mobil Listrik, China Rayu Habis-habisan Negara Eropa
Selasa, 17 September 2024 - 15:52 WIB
loading...
A
A
A
Jerman merupakan mitra dagang terbesar China di Eropa, dan kekayaan sektor otomotifnya yang kuat selama beberapa dekade telah mempengaruhi kebijakannya terhadap negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia.
Produsen mobil tersebut berinvestasi besar-besaran di Tiongkok dan juga akan menghadapi hukuman tarif hingga 35,3 persen ketika mengirim kendaraan listrik buatan sana kembali ke Eropa.
Lobi otomotif telah berkampanye menentang bea masuk tersebut, yang menurut komisi tersebut diperlukan untuk melawan dampak subsidi model China yang melemahkan pesaing buatan lokal.
Berlin juga khawatir bahwa perusahaan mobil Jerman dapat menjadi sasaran tanggapan Beijing jika tugas UE diselesaikan.
Pada hari Senin, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok memperingatkan perusahaan-perusahaan termasuk BMW, Mercedes-Benz dan Volkswagen tentang risiko antimonopoli, menurut laporan di saluran berita regulasi MLex, setelah adanya keluhan dari industri dalam negeri Tiongkok.
Produsen mobil tersebut berinvestasi besar-besaran di Tiongkok dan juga akan menghadapi hukuman tarif hingga 35,3 persen ketika mengirim kendaraan listrik buatan sana kembali ke Eropa.
Lobi otomotif telah berkampanye menentang bea masuk tersebut, yang menurut komisi tersebut diperlukan untuk melawan dampak subsidi model China yang melemahkan pesaing buatan lokal.
Berlin juga khawatir bahwa perusahaan mobil Jerman dapat menjadi sasaran tanggapan Beijing jika tugas UE diselesaikan.
Pada hari Senin, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok memperingatkan perusahaan-perusahaan termasuk BMW, Mercedes-Benz dan Volkswagen tentang risiko antimonopoli, menurut laporan di saluran berita regulasi MLex, setelah adanya keluhan dari industri dalam negeri Tiongkok.
Lihat Juga :