Stellantis Siap Tiru China untuk Hindari Perang Harga Mobil Listrik

Minggu, 29 September 2024 - 12:35 WIB
loading...
Stellantis Siap Tiru...
Stellantis Group. FOTO/ DAILY
A A A
LONDON - Stellantis ingin mengadopsi pemikiran berbiaya rendah dari produsen kendaraan listrik China meskipun CEO Carlos Tavares mengkritiknya sebagai anti-kompetitif.



Seperti dilansir dari Autopro, keempat negara dunia harus mengatasi hambatan perdagangan di kedua sisi Atlantik jika ingin berhasil.

Tavares menyebut tarif tersebut sebagai sebuah "jebakan", dengan alasan bahwa tarif tersebut akan merugikan produsen mobil lama dengan melindungi mereka dari kenyataan bahwa saingannya, China, memproduksi sekitar sepertiga kendaraan listriknya.

Cara terbaik untuk berkompetisi adalah dengan “mencoba menjadi orang China,” kata Tavares pada konferensi Reuters Events di Munich pada bulan Mei.

Keyakinan tersebut mendorong Stellantis untuk membeli 21 persen saham pembuat kendaraan listrik asal China, Leapmotor, pada bulan Oktober lalu, sehingga menciptakan usaha patungan yang memberikan Stellantis akses terhadap teknologi Leapmotor dan hak eksklusif untuk memproduksi kendaraan listriknya di luar China.

Tantangan yang dihadapi Stellantis di UE dan AS. Hal ini tidak berbeda dengan tantangan yang dihadapi semua produsen mobil saat mereka mencoba bersaing dengan China secara global.

Namun, Stellantis dan beberapa perusahaan lainnya telah mengambil langkah lebih jauh, menciptakan kemitraan dengan produsen mobil China agar tetap kompetitif.

Stellantis membuat Leapmotor EV di pabrik Tychy di Polandia bersama model dari merek terkenal Fiat, Jeep, dan Alfa Romeo.

Tavares mengatakan Stellantis bisa membuat Leapmotor EV di Amerika Utara.

Namun menggunakan strategi yang sama di Eropa dan AS. Hal ini sulit dilakukan karena wilayah-wilayah tersebut memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap kendaraan listrik Tiongkok dan teknologi yang mendasarinya.

Kendaraan listrik China sudah dijual di Eropa; dan pabrik-pabrik untuk memproduksi lebih banyak sedang dibangun – dengan subsidi dari masing-masing negara yang bersaing untuk mendapatkan pabrik tersebut.

Produsen mobil Eropa mulai merangkul teknologi China, merek seperti Volkswagen telah membeli saham Xpeng Tiongkok untuk bersama-sama mengembangkan kendaraan listrik yang lebih murah untuk pasar Tiongkok.

Banyak pakar otomotif melihat hal ini sebagai cetak biru kemitraan di masa depan.

“Kami yakin banyak pesaing kami akan beralih ke perusahaan China untuk menggunakan platform mereka secara global,” kata CEO Ford Jim Farley pada bulan Juli, seraya menambahkan bahwa produsen mobil AS akan mengembangkan teknologi inti kendaraan listriknya sendiri.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kanada Balas Trump dengan...
Kanada Balas Trump dengan Tarif Baru untuk Mobil Buatan AS
Kanada Protes Soal Tarif...
Kanada Protes Soal Tarif Impor Otomotif AS, Ini Alasannya
Tarif Impor Trump Jadi...
Tarif Impor Trump Jadi Mimpi Buruk Industri Otomotif China
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
Honda Bocorkan Interior...
Honda Bocorkan Interior Prototipe Prelude, Ini Isi Dalamannya
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
Skywell Hadirkan Mobil...
Skywell Hadirkan Mobil Listrik China Pertama di Inggris
China Siap Aliri Energi...
China Siap Aliri Energi dari Luar Angkasa ke Mobil Listrik
Teknologi AION Y Plus,...
Teknologi AION Y Plus, Mudik Pakai Mobil Listrik Tidak Takut Kehabisan Daya
Rekomendasi
Kurangi Macet Arus Balik,...
Kurangi Macet Arus Balik, Tol Japek II Selatan Gratis hingga Deltamas
Bolehkah Salat ketika...
Bolehkah Salat ketika Keluar Flek Cokelat sebelum Haid?
Titus The Detective...
Titus The Detective Eps Poisoned Chocolate, Minggu 6 April 2025 Jam 07.30 WIB di RCTI
Chip AI Jadi Senjata...
Chip AI Jadi Senjata China untuk Melawan AS Terkait Tarif Impor Baru
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
Jenazah Ray Sahetapy...
Jenazah Ray Sahetapy Tiba di Masjid Istiqlal untuk Disalatkan
Berita Terkini
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
18 menit yang lalu
Toyota GR Supra Final...
Toyota GR Supra Final Edition Bakal Jadi Model Perpisahan
35 menit yang lalu
Jadi Sasaran Serangan,...
Jadi Sasaran Serangan, Pabrik Tesla Sediakan Tempat Bersembunyi Karyawan
2 jam yang lalu
Kanada Balas Trump dengan...
Kanada Balas Trump dengan Tarif Baru untuk Mobil Buatan AS
4 jam yang lalu
Kanada Protes Soal Tarif...
Kanada Protes Soal Tarif Impor Otomotif AS, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Pabrikan Senjata Api...
Pabrikan Senjata Api AK 47 Kembali Produksi Motor Berwarna Pink?
7 jam yang lalu
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved