Maung MV3 Garuda: Punya TKDN 70%, tapi Mesin Masih Impor
Senin, 11 November 2024 - 11:08 WIB
loading...
Maung MV3 Garuda diharapkan memberikan nafas baru bagi industri otomotif lokal. Foto: Pindad
A
A
A
JAKARTA - Pindad menegaskan komitmennya dalam mengembangkan industri otomotif nasional melalui Maung MV3 Garuda. Mobil kebanggaan Indonesia ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 70%.
Meskipun demikian, Pindad mengakui masih mengimpor sejumlah komponen kunci, seperti mesin dan transmisi, dari mitra strategis internasional.
"Komponen lokal merupakan prioritas kami, tetapi untuk beberapa komponen yang belum tersedia di dalam negeri seperti mesin dan transmisi, kami bekerja sama dengan mitra global. Ini adalah hal yang biasa dalam industri otomotif," jelas Sigit P Santosa, Direktur Teknologi & Pengembangan PT Pindad.
Sebagai informasi, Maung MV3 diproduksi oleh Pindad awalnya untuk kebutuhan kendaraan taktis (rantis). Mobil ini dirancang agar dapat melintasi berbagai medan sulit dengan kemampuan manuver yang tak dimiliki kendaraan biasa.
Tapi, Sigit sangat mendukung arahan Presiden Prabowo untuk menggunakan mobil rakitan dalam negeri sebagai kendaraan operasional. Sebab, sebelumnya pejabat negara menggunakan mobil mewah impor.
Meskipun demikian, Pindad mengakui masih mengimpor sejumlah komponen kunci, seperti mesin dan transmisi, dari mitra strategis internasional.
"Komponen lokal merupakan prioritas kami, tetapi untuk beberapa komponen yang belum tersedia di dalam negeri seperti mesin dan transmisi, kami bekerja sama dengan mitra global. Ini adalah hal yang biasa dalam industri otomotif," jelas Sigit P Santosa, Direktur Teknologi & Pengembangan PT Pindad.
Sebagai informasi, Maung MV3 diproduksi oleh Pindad awalnya untuk kebutuhan kendaraan taktis (rantis). Mobil ini dirancang agar dapat melintasi berbagai medan sulit dengan kemampuan manuver yang tak dimiliki kendaraan biasa.
Tapi, Sigit sangat mendukung arahan Presiden Prabowo untuk menggunakan mobil rakitan dalam negeri sebagai kendaraan operasional. Sebab, sebelumnya pejabat negara menggunakan mobil mewah impor.
Lihat Juga :