Kemenristek Fokus Sinergikan Triple Helix demi Kesuksesan Startup Binaan
Sabtu, 05 September 2020 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
“Bahan yang digunakan adalah bonggol pisang, ubi jalar, kedelai hitam dan susu. Bahan-bahan tersebut kemudian diformulasikan sedemikan rupa hingga mengandung senyawa Prebiotik. Selain itu sudah bekerja sama dengan dengan para petani pisang, ubi jalar, dan kedelai hitam. Selain bisa menjamin kualitas bahan baku, Tim BonnisA pun membantu meningkatkan ekonomi para petani,” papar In in Hanidah sebagai Research and Developmet (RnD), produk Biskuit BonnisA di Laboratorium Produksinya di Kampus Unpad.
In In mengutarakan, kehadiran Biskuit BonnisA sangat terbantu oleh Kemenristek BRIN. “Di tahun 2019 kami ikut program CPBBT PT, yang kini bernama SII. Ada 2 manfaat besar dari program tersebut, yaitu dana penelitian dan jaringan. Biskuit BonnisA sudah dan tersertifikasi halal dan memiliki hak paten untuk formulanya. Sementara untuk hak merek masih dalam proses," ujarnya.
Lalu, sambung dia, dengan dana riset pihaknya bisa memiliki laboratorium produksi sendiri, dan membeli alat produksi baru. Dikarenakan sudah memiliki laboratoirum yang terpisah dari fasilitas kampus, maka pihaknya juga jadi teaching industry pertama di FTIP. "Mahasiswa bisa magang di kami, alumni pun bisa bekerja di kami untuk mengembangkan produk Biskuit BonnisA,” ujar In in.
"Dalam sehari Tim Bonnisa bisa membuat hingga 80 pax ukuran 25 gram dan selalu habis terjual bahkan hingga ke Kalimantan. Biskuit halal dan sehat ini hanya dibanderol dengan harga Rp10.000 untuk ukuran 25gram, dan Rp40.000 untuk ukuran 125 gram. Produk ini sudah bisa dibeli melalui Shoppe, Tokopedia, Instagram atau pun datang langsung ke FTIP Unpad. (Baca juga: Mahfud MD Sebut Hukum dan Konstitusi Tak Bisa Halangi Nepotisme di Pilkada )
In In mengutarakan, kehadiran Biskuit BonnisA sangat terbantu oleh Kemenristek BRIN. “Di tahun 2019 kami ikut program CPBBT PT, yang kini bernama SII. Ada 2 manfaat besar dari program tersebut, yaitu dana penelitian dan jaringan. Biskuit BonnisA sudah dan tersertifikasi halal dan memiliki hak paten untuk formulanya. Sementara untuk hak merek masih dalam proses," ujarnya.
Lalu, sambung dia, dengan dana riset pihaknya bisa memiliki laboratorium produksi sendiri, dan membeli alat produksi baru. Dikarenakan sudah memiliki laboratoirum yang terpisah dari fasilitas kampus, maka pihaknya juga jadi teaching industry pertama di FTIP. "Mahasiswa bisa magang di kami, alumni pun bisa bekerja di kami untuk mengembangkan produk Biskuit BonnisA,” ujar In in.
"Dalam sehari Tim Bonnisa bisa membuat hingga 80 pax ukuran 25 gram dan selalu habis terjual bahkan hingga ke Kalimantan. Biskuit halal dan sehat ini hanya dibanderol dengan harga Rp10.000 untuk ukuran 25gram, dan Rp40.000 untuk ukuran 125 gram. Produk ini sudah bisa dibeli melalui Shoppe, Tokopedia, Instagram atau pun datang langsung ke FTIP Unpad. (Baca juga: Mahfud MD Sebut Hukum dan Konstitusi Tak Bisa Halangi Nepotisme di Pilkada )
(iqb)
Lihat Juga :