Dijegal AS, Industri Otomotif China Akan Berfokus di Negara ASEAN termasuk Indonesia
Kamis, 10 April 2025 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
Analis Counterpoint, Abhik Mukherjee menyebut produsen mobil Jepang dan Korea yang menguasai penjualan kendaraan konvensional, tertinggal dalam mengadopsi kehadiran kendaraan listrik.
Sehingga ini menjadi kesempatan emas untuk China mengisi kekosongan tersebut. Lebih lanjut Abhik mengatakan lebih dari 70% penjualan kendaraan listrik di kawasan ini berasal dari produsen ternama, dan dipimpin oleh BYD.
“Pada kuartal pertama tahun lalu, 75% dari seluruh kendaraan listrik yang dijual di Asia Tenggara dibuat oleh produsen mobil China,” kata Abhik.
Sementara pangsa lain, seperti Thailand sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara akan memberikan insentif kepada produsen China untuk mendirikan fasilitas produksi kendaraan listrik baru dengan nilai hingga USD1,44 miliar.
Saat ini, Vietnam mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi, dengan penjualan BEV (mobil listrik baterai) meningkat lebih dari 400%, berkontribusi terhadap hampir 17% penjualan regional.
Sehingga ini menjadi kesempatan emas untuk China mengisi kekosongan tersebut. Lebih lanjut Abhik mengatakan lebih dari 70% penjualan kendaraan listrik di kawasan ini berasal dari produsen ternama, dan dipimpin oleh BYD.
“Pada kuartal pertama tahun lalu, 75% dari seluruh kendaraan listrik yang dijual di Asia Tenggara dibuat oleh produsen mobil China,” kata Abhik.
Sementara pangsa lain, seperti Thailand sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara akan memberikan insentif kepada produsen China untuk mendirikan fasilitas produksi kendaraan listrik baru dengan nilai hingga USD1,44 miliar.
Saat ini, Vietnam mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi, dengan penjualan BEV (mobil listrik baterai) meningkat lebih dari 400%, berkontribusi terhadap hampir 17% penjualan regional.
Lihat Juga :