Neta Kelapa Gading Bye-bye: Hanya Setahun Mengaspal, Kini Tinggalkan Tanda Tanya Besar?
Selasa, 29 April 2025 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah video baru-baru ini yang memperlihatkan Fang membungkuk dalam-dalam pada pertemuan dealer telah menjadi viral, menggarisbawahi urgensi krisis keuangan perusahaan.
Sebelumnya, para dealer di China menuduh Neta gagal memberi kompensasi atas kerugian operasional sejak September 2024, menahan rabat kendaraan, dan menangguhkan layanan purna jual. Beberapa mengatakan mereka telah membayar penuh untuk kendaraan—berjumlah puluhan juta yuan dalam beberapa kasus—tanpa menerima mobilnya.
Fang telah berjanji untuk memulihkan pasokan suku cadang untuk lebih dari 400.000 pemilik mobil Neta pada 30 April dan menyelesaikan kendaraan yang belum terkirim dalam waktu seminggu. Namun, belum ada rencana pasti yang diumumkan.
Perjuangan Neta terungkap pada akhir 2023, dengan laporan PHK massal, pemotongan gaji, penghentian produksi, dan tagihan pemasok yang belum dibayar.
Rencana Masa Depan Neta
Fang mengambil alih posisi CEO pada Desember lalu setelah mantan CEO Zhang Yong pindah ke peran penasihat. Sejak itu, perusahaan telah menerapkan langkah-langkah pemotongan biaya agresif, termasuk menutup sebagian besar showroom yang dioperasikan sendiri, mengurangi staf, memangkas R&D teknologi swakemudi, dan beralih dari pabrik luar negeri milik sendiri ke usaha patungan.
Tindakan-tindakan ini telah menurunkan biaya operasional bulanan Neta lebih dari 70%, menurut perusahaan.
Untuk meringankan beban utangnya, Neta menandatangani perjanjian debt-to-equity senilai lebih dari 20 miliar yuan (Rp44 triliun) dengan 134 pemasok inti pada bulan Maret. Itu, termasuk CATL, Gotion High-Tech, dan Beidou Zhilian. Perusahaan mengatakan langkah-langkah ini sangat penting untuk meringankan neraca keuangannya dan membangun kembali kepercayaan investor.
Neta juga mengharapkan suntikan dana segar sebesar 3 miliar yuan (USD413 juta atau sekitar Rp 6,6 triliun) dari investor utama dalam putaran pendanaan seri E yang berlangsung bulan ini. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk memulai kembali produksi dan mempercepat upaya pemulihan.
Fang telah menetapkan target yang berani untuk perusahaan: mencapai margin kotor impas pada 2025, kembali ke profitabilitas keseluruhan pada 2026, dan mencapai pembagian penjualan 50:50 antara domestik dan internasional dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Penawaran umum perdana (IPO) juga sedang dalam perencanaan, menunggu stabilisasi.
Pada 2021, Hozon Auto (perusahaan induk Neta) melaporkan pendapatan sebesar 5,73 miliar yuan tetapi mengalami kerugian bersih yang substansial sebesar 2,90 miliar yuan.
Sebelumnya, para dealer di China menuduh Neta gagal memberi kompensasi atas kerugian operasional sejak September 2024, menahan rabat kendaraan, dan menangguhkan layanan purna jual. Beberapa mengatakan mereka telah membayar penuh untuk kendaraan—berjumlah puluhan juta yuan dalam beberapa kasus—tanpa menerima mobilnya.
Fang telah berjanji untuk memulihkan pasokan suku cadang untuk lebih dari 400.000 pemilik mobil Neta pada 30 April dan menyelesaikan kendaraan yang belum terkirim dalam waktu seminggu. Namun, belum ada rencana pasti yang diumumkan.
Perjuangan Neta terungkap pada akhir 2023, dengan laporan PHK massal, pemotongan gaji, penghentian produksi, dan tagihan pemasok yang belum dibayar.
Rencana Masa Depan Neta
![Neta Kelapa Gading Bye-bye: Hanya Setahun Mengaspal, Kini Tinggalkan Tanda Tanya Besar?]()
Fang mengambil alih posisi CEO pada Desember lalu setelah mantan CEO Zhang Yong pindah ke peran penasihat. Sejak itu, perusahaan telah menerapkan langkah-langkah pemotongan biaya agresif, termasuk menutup sebagian besar showroom yang dioperasikan sendiri, mengurangi staf, memangkas R&D teknologi swakemudi, dan beralih dari pabrik luar negeri milik sendiri ke usaha patungan.
Tindakan-tindakan ini telah menurunkan biaya operasional bulanan Neta lebih dari 70%, menurut perusahaan.
Untuk meringankan beban utangnya, Neta menandatangani perjanjian debt-to-equity senilai lebih dari 20 miliar yuan (Rp44 triliun) dengan 134 pemasok inti pada bulan Maret. Itu, termasuk CATL, Gotion High-Tech, dan Beidou Zhilian. Perusahaan mengatakan langkah-langkah ini sangat penting untuk meringankan neraca keuangannya dan membangun kembali kepercayaan investor.
Neta juga mengharapkan suntikan dana segar sebesar 3 miliar yuan (USD413 juta atau sekitar Rp 6,6 triliun) dari investor utama dalam putaran pendanaan seri E yang berlangsung bulan ini. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk memulai kembali produksi dan mempercepat upaya pemulihan.
Fang telah menetapkan target yang berani untuk perusahaan: mencapai margin kotor impas pada 2025, kembali ke profitabilitas keseluruhan pada 2026, dan mencapai pembagian penjualan 50:50 antara domestik dan internasional dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Penawaran umum perdana (IPO) juga sedang dalam perencanaan, menunggu stabilisasi.
Pabrikan Mobil Listrik Dihadang Banyak Tantangan
Krisis Neta merepresentasikan pola yang lebih luas yang mempengaruhi produsen EV China di luar satu perusahaan saja.Pada 2021, Hozon Auto (perusahaan induk Neta) melaporkan pendapatan sebesar 5,73 miliar yuan tetapi mengalami kerugian bersih yang substansial sebesar 2,90 miliar yuan.
Lihat Juga :