Ukuran Baterai Jadi Masalah Besar Mobil Listrik yang Tak Bisa Dihindari
Selasa, 20 Mei 2025 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Selain lebih ringan, bensin juga lebih kecil dari segi volume. Sementara itu, baterai membutuhkan ukuran dan bobot yang besar untuk jarak tempuh yang lebih pendek. Massa jenis energi baterai lebih rendah dibanding bensin.
Namun, masalah lain dari berat baterai adalah beban tambahan yang harus diangkut dan dipikul oleh mobil listrik. Beban tambahan ini membuat mobil listrik lebih berat daripada mobil berbahan bakar bensin, sehingga berkendara menjadi kurang menyenangkan, terutama di tikungan.
Semakin berat kendaraan, semakin tinggi nilai momentum yang dihasilkan dari kecepatan dan berat kendaraan. Momentum adalah definisi saat kecepatan bekerja pada massa dalam arah lurus. Dalam fisika, nilai momentum dihitung berdasarkan rumus berikut:
Nilai momentum ini berbanding lurus dengan berat kendaraan dan juga kecepatan kendaraan. Semakin tinggi berat dan semakin cepat kendaraan, semakin tinggi momentum yang dihasilkan. Jadi saat Anda mulai memasuki tikungan, momentum ini akan mencoba menjaga mobil tetap pada jalur lurus meskipun Anda telah memberikan masukan ke kemudi untuk memasuki tikungan.
Pada titik ini, jika Anda mengemudikan mobil listrik dengan kecepatan tinggi di jalur lurus, Anda akan menemukan bahwa mobil listrik mencoba melawan dan tetap berada di jalur lurus meskipun Anda telah memberikan masukan ke kemudi. Namun tidak terlalu parah, Anda hanya akan merasakan bahwa pergerakan mobil dari awal hingga masuk tikungan tidak mulus dan "fluid" seperti mobil berbahan bakar bensin yang lebih ringan.
Begitu masuk tikungan, ada gaya lain yang bekerja pada mobil dan gaya ini dikenal sebagai gaya sentrifugal. Sama seperti momentum, gaya sentrifugal juga dipengaruhi oleh berat. Semakin tinggi berat, semakin buruk gaya sentrifugalnya.
Namun, masalah lain dari berat baterai adalah beban tambahan yang harus diangkut dan dipikul oleh mobil listrik. Beban tambahan ini membuat mobil listrik lebih berat daripada mobil berbahan bakar bensin, sehingga berkendara menjadi kurang menyenangkan, terutama di tikungan.
Semakin berat kendaraan, semakin tinggi nilai momentum yang dihasilkan dari kecepatan dan berat kendaraan. Momentum adalah definisi saat kecepatan bekerja pada massa dalam arah lurus. Dalam fisika, nilai momentum dihitung berdasarkan rumus berikut:
Nilai momentum ini berbanding lurus dengan berat kendaraan dan juga kecepatan kendaraan. Semakin tinggi berat dan semakin cepat kendaraan, semakin tinggi momentum yang dihasilkan. Jadi saat Anda mulai memasuki tikungan, momentum ini akan mencoba menjaga mobil tetap pada jalur lurus meskipun Anda telah memberikan masukan ke kemudi untuk memasuki tikungan.
Pada titik ini, jika Anda mengemudikan mobil listrik dengan kecepatan tinggi di jalur lurus, Anda akan menemukan bahwa mobil listrik mencoba melawan dan tetap berada di jalur lurus meskipun Anda telah memberikan masukan ke kemudi. Namun tidak terlalu parah, Anda hanya akan merasakan bahwa pergerakan mobil dari awal hingga masuk tikungan tidak mulus dan "fluid" seperti mobil berbahan bakar bensin yang lebih ringan.
Begitu masuk tikungan, ada gaya lain yang bekerja pada mobil dan gaya ini dikenal sebagai gaya sentrifugal. Sama seperti momentum, gaya sentrifugal juga dipengaruhi oleh berat. Semakin tinggi berat, semakin buruk gaya sentrifugalnya.
Lihat Juga :