10.000 Unit Cybertruck Belum Terjual, Tesla Panik
Kamis, 22 Mei 2025 - 17:01 WIB
loading...
Tesla Cybertruck. FOTO/ FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
TEXAS - Tesla saat ini berada dalam posisi sulit ketika lebih dari 10.000 unit Cybertruck belum terjual, menunjukkan kesenjangan yang signifikan antara ekspektasi awal dan kenyataan pasar saat ini.
BACA JUGA - Fisker Siapkan Penantang Tesla Cybertruck
Hingga Mei 2025, diperkirakan lebih dari 10.000 unit Cybertruck belum terjual, termasuk model 2024 yang tidak lagi memenuhi syarat untuk potongan pajak pemerintah AS.
Nilai inventaris ini mencapai sekitar USD800 juta (sekitar RM3,75 miliar). Untuk mengatasi surplus ini, Tesla telah memperlambat produksi di pabriknya di Texas dan memindahkan beberapa pekerja ke lini Model Y.
Pada kuartal pertama tahun 2025, hanya sekitar 6.400 unit Cybertruck yang terkirim ke pelanggan, penurunan lebih dari 50 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Untuk menarik pembeli, Tesla menawarkan diskon hingga USD10.000 (sekitar Rp140 juta), tetapi tanggapannya masih kurang memuaskan, dengan hanya sekitar 100 unit yang terjual dalam beberapa minggu.
Mengapa Cybertruck Tidak Laku?
Beberapa alasan utama yang menyebabkan kinerja kendaraan kurang memuaskan:
Harga Jauh Lebih Tinggi
Harga awal yang dijanjikan adalah sekitar USD39.900 (Rp70 juta), tetapi model paling dasar sekarang mulai dari USD60.990 (Rp80 juta), sementara versi 'Cyberbeast' kelas atas harganya hampir USD100.000 (Rp1,3 miliar).
Desain yang Terlalu Radikal
Desain Cybertruck yang tidak biasa mungkin menarik minat penggemar teknologi, tetapi sulit diterima di kalangan pembeli truk konvensional yang menginginkan sesuatu yang lebih praktis dan serbaguna.
Masalah Kualitas dan Daya Tahan
Beberapa masalah kualitas mulai muncul, termasuk penarikan kembali kendaraan karena komponen yang longgar dan masalah keselamatan.
Kinerja Cybertruck yang mengecewakan telah memberikan banyak tekanan pada Tesla, yang kini telah melihat harga sahamnya turun hampir 40 persen sejak awal tahun.
Perusahaan tersebut juga diperkirakan akan gagal memenuhi target produksi tahunan yang diumumkan sebelumnya sebesar 250.000 unit Cybertruck.
Sementara Elon Musk tetap optimis, Cybertruck kini dilihat lebih dari sekadar model tetapi simbol taruhan besar Tesla pada masa depan kendaraan listrik, yang tampaknya semakin goyah.
BACA JUGA - Fisker Siapkan Penantang Tesla Cybertruck
Hingga Mei 2025, diperkirakan lebih dari 10.000 unit Cybertruck belum terjual, termasuk model 2024 yang tidak lagi memenuhi syarat untuk potongan pajak pemerintah AS.
Nilai inventaris ini mencapai sekitar USD800 juta (sekitar RM3,75 miliar). Untuk mengatasi surplus ini, Tesla telah memperlambat produksi di pabriknya di Texas dan memindahkan beberapa pekerja ke lini Model Y.
Pada kuartal pertama tahun 2025, hanya sekitar 6.400 unit Cybertruck yang terkirim ke pelanggan, penurunan lebih dari 50 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Untuk menarik pembeli, Tesla menawarkan diskon hingga USD10.000 (sekitar Rp140 juta), tetapi tanggapannya masih kurang memuaskan, dengan hanya sekitar 100 unit yang terjual dalam beberapa minggu.
Mengapa Cybertruck Tidak Laku?
Beberapa alasan utama yang menyebabkan kinerja kendaraan kurang memuaskan:
Harga Jauh Lebih Tinggi
Harga awal yang dijanjikan adalah sekitar USD39.900 (Rp70 juta), tetapi model paling dasar sekarang mulai dari USD60.990 (Rp80 juta), sementara versi 'Cyberbeast' kelas atas harganya hampir USD100.000 (Rp1,3 miliar).
Desain yang Terlalu Radikal
Desain Cybertruck yang tidak biasa mungkin menarik minat penggemar teknologi, tetapi sulit diterima di kalangan pembeli truk konvensional yang menginginkan sesuatu yang lebih praktis dan serbaguna.
Masalah Kualitas dan Daya Tahan
Beberapa masalah kualitas mulai muncul, termasuk penarikan kembali kendaraan karena komponen yang longgar dan masalah keselamatan.
Kinerja Cybertruck yang mengecewakan telah memberikan banyak tekanan pada Tesla, yang kini telah melihat harga sahamnya turun hampir 40 persen sejak awal tahun.
Perusahaan tersebut juga diperkirakan akan gagal memenuhi target produksi tahunan yang diumumkan sebelumnya sebesar 250.000 unit Cybertruck.
Sementara Elon Musk tetap optimis, Cybertruck kini dilihat lebih dari sekadar model tetapi simbol taruhan besar Tesla pada masa depan kendaraan listrik, yang tampaknya semakin goyah.
(wbs)
Lihat Juga :