BYD Banting Harga! Geely, Chery, dan SAIC-GM Ikut Perang Diskon
Kamis, 05 Juni 2025 - 07:16 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, kinerja keuangan perusahaan tetap kuat, dengan laba bersih tahun 2024 diperkirakan mencapai 40,2 miliar yuan (RM25,8 miliar), sementara investasi R&D telah mencapai 54,2 miliar yuan.
Bagi konsumen, ini berarti akses ke teknologi berkendara pintar seperti bantuan pengemudi level L2, kursi berventilasi, dan sistem infotainment canggih dengan harga di bawah 100.000 yuan. Akan tetapi, industri telah memperingatkan kemungkinan adanya kompromi kualitas tersembunyi, seperti penggunaan sistem ABS/ESP yang lebih murah.
CAAM memperkirakan bahwa pasar domestik akan berakhir dengan hanya 5 hingga 7 merek besar yang tersisa. Merek seperti BYD dan Geely kini memberikan tekanan kuat pada merek usaha patungan (JV) melalui inovasi dan strategi pengurangan harga.
Di Shanghai, model-model Jepang seperti Toyota Corolla dan Levin disebut-sebut memangkas harga hingga 40.000 yuan) agar tetap relevan.
Pada akhirnya, perang harga mencerminkan ketegangan antara pertumbuhan pasar dan kemajuan teknologi di era transisi industri otomotif China.
MIIT diharapkan melakukan intervensi untuk mengekang persaingan harga yang berlebihan, karena industri ini bergerak ke fase baru, bersaing melalui teknologi dan ekspansi global, bukan lagi sekadar harga rendah.
Bagi konsumen, ini berarti akses ke teknologi berkendara pintar seperti bantuan pengemudi level L2, kursi berventilasi, dan sistem infotainment canggih dengan harga di bawah 100.000 yuan. Akan tetapi, industri telah memperingatkan kemungkinan adanya kompromi kualitas tersembunyi, seperti penggunaan sistem ABS/ESP yang lebih murah.
CAAM memperkirakan bahwa pasar domestik akan berakhir dengan hanya 5 hingga 7 merek besar yang tersisa. Merek seperti BYD dan Geely kini memberikan tekanan kuat pada merek usaha patungan (JV) melalui inovasi dan strategi pengurangan harga.
Di Shanghai, model-model Jepang seperti Toyota Corolla dan Levin disebut-sebut memangkas harga hingga 40.000 yuan) agar tetap relevan.
Pada akhirnya, perang harga mencerminkan ketegangan antara pertumbuhan pasar dan kemajuan teknologi di era transisi industri otomotif China.
MIIT diharapkan melakukan intervensi untuk mengekang persaingan harga yang berlebihan, karena industri ini bergerak ke fase baru, bersaing melalui teknologi dan ekspansi global, bukan lagi sekadar harga rendah.
(wbs)
Lihat Juga :