Raksasa Otomotif BYD Ngamuk, Tuntut 37 Influencer dan Tawarkan Hadiah Miliaran

Jum'at, 06 Juni 2025 - 15:00 WIB
loading...
Raksasa Otomotif BYD...
BYD menganggap sejumlah influencer di China memang menargetkan untuk merusak reputasi mereka. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Di tengah gemerlap kesuksesannya menguasai pasar kendaraan listrik global, raksasa otomotif China, BYD, kini membuka front pertempuran baru yang tak terduga. Bukan melawan Tesla atau Volkswagen, melainkan melawan para influencer dan kreator konten di dunia maya.

Departemen Legal BYD secara resmi mengumumkan langkah hukum terhadap 37 akun influencer dan menempatkan 126 akun lainnya di bawah pengawasan ketat. Tuduhannya serius: disinformasi dan penyebaran konten yang merugikan. Namun, langkah ini memicu pertanyaan yang lebih dalam: apakah ini murni upaya memerangi berita palsu, atau sebuah taktik intimidasi berskala besar untuk membungkam suara-suara kritis?

Li Yunfei, General Manager Departemen Branding dan Humas BYD, menegaskan sikap perusahaan dengan nada tanpa kompromi. "Kami menyambut kritik media dan pengawasan publik, tetapi kami tidak akan menoleransi konten yang mencemarkan nama baik atau tuduhan palsu,” tulis Li. “Tindakan hukum akan terus berlanjut."

Sayembara Berhadiah Miliaran

Untuk mempertajam serangannya, BYD tidak hanya mengandalkan jalur hukum. Mereka juga menggelar "sayembara" yang belum pernah terjadi sebelumnya, menawarkan hadiah fantastis mulai dari 50.000 hingga 5 juta yuan (setara Rp115 juta hingga Rp11,5 miliar) bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi valid terkait konten fitnah yang menyerang mereka.

Sebuah manuver yang mengubah publik menjadi informan, sebuah langkah yang bisa dibilang efektif namun juga berpotensi menciptakan iklim ketakutan di kalangan kreator konten.

BYD mengklaim bahwa serangan di media sosial terhadap mereka bersifat "terorganisasi" atau "terkoordinasi", dirancang untuk merusak citra merek dan mengganggu pasar. Namun, hingga kini, mereka belum menyajikan bukti publik yang mendukung adanya konspirasi terkoordinasi tersebut.

Mereka yang Tumbang

Beberapa influencer sudah merasakan tajamnya cakar hukum BYD:

1. Seorang pengguna Weibo, "Zhou Haoran Sean", dinyatakan bersalah setelah menuduh BYD membayar influencer lain untuk menjelek-jelekkan pesaing. Ia dihukum untuk meminta maaf secara publik dan membayar ganti rugi Rp230 juta.

2. Akun "AutoBiBiBi" di WeChat juga diperintahkan membayar denda yang sama setelah mengunggah konten yang dianggap menghina BYD dan para eksekutifnya.

3. Akun "Taodianchi" ditemukan telah menyebarkan klaim palsu tentang keamanan produk dan dihukum membayar ganti rugi sebesar Rp138 juta atas dasar persaingan tidak sehat.

4. Beberapa pengguna lain bahkan harus berurusan dengan polisi, seperti “Samo XXX” yang menyebarkan isu kebangkrutan BYD dan “Grape碎XXX” yang membuat klaim palsu soal ledakan mobil.

Hingga kini, para influencer yang dituntut sebagian besar masih bungkam. Detail mengenai konten spesifik yang dianggap "merugikan" pun masih terbatas.

Baca Juga: BYD Banting Harga! Geely, Chery, dan SAIC-GM Ikut Perang Diskon

Langkah agresif BYD ini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah pesan keras bagi para penyebar hoax. Di sisi lain, ini adalah peringatan mengerikan bagi siapa saja yang berani mengkritik sang raksasa, yang kini tak segan menggunakan kekuatan finansial dan hukumnya untuk melindungi reputasinya dengansegalacara.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Mobil Listrik China...
Mobil Listrik China Meningkatkan Tekanan Persaingan Global
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Miskah Umumkan Kehamilan...
Miskah Umumkan Kehamilan Anak Kedua, Sudah 4 Bulan
Audrey Jesslyn Badal...
Audrey Jesslyn Ba'dal Umrah untuk Mendiang Lula Lahfah di Hari Ulang Tahunnya
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved