Industri Pertahanan Lokal Unjuk Gigi: SSE Pamerkan Tank Hybrid Hingga Jalin Koalisi Global di Indo Defence 2025
Jum'at, 13 Juni 2025 - 09:51 WIB
loading...
SSE memamerkan sejumlah kendaraan militer di pameran Indo Defence 2025, termasuk berkolaborasi dengan perusahaan mancanegara. Foto: SSE
A
A
A
JAKARTA - Panggung pameran pertahanan terbesar di Indonesia, Indo Defence 2025, jadi saksi gebrakan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE), perusahaan pertahanan swasta nasional. Tidak hanya memamerkan deretan kendaraan tempur yang sudah teruji di medan laga, tetapi juga secara mengejutkan memperkenalkan sebuah purwarupa tank ringan hybrid ambisius. Mereka juga mengumumkan serangkaian kerja sama strategis dengan raksasa-raksasa pertahanan dunia.
Ini bukan lagi sekadar partisipasi. Ini adalah sebuah pernyataan tegas bahwa industri pertahanan lokal siap naik kelas dan bersaing di panggung internasional.
Keunggulan paling revolusionernya terletak pada sistem penggerak Diesel to Electric Transmission (Hybrid System). Teknologi ini memungkinkan P8 untuk bergerak dalam mode senyap (silent operation) tanpa menyalakan mesin utama, sebuah kemampuan krusial untuk operasi pengintaian dan penyergapan. Didukung oleh penggunaan trek karet (rubber track), tank ini mampu melaju dengan suara minimal tanpa merusak infrastruktur jalan.
Bukan Pemain Baru, tapi Semakin Berbahaya
Kepercayaan diri SSE dalam berinovasi bukan tanpa dasar. Mereka juga menampilkan kendaraan-kendaraan yang sudah menjadi tulang punggung bagi berbagai satuan TNI dan Pasukan Khusus, seperti kendaraan taktis P6 ATAV.
Varian terbaru yang dipamerkan bahkan sudah dilengkapi dengan lapisan pelindung balistik dan stasiun senjata yang dikendalikan dari jarak jauh, menunjukkan evolusi dari produk yang telah terbukti andal.
Membangun Koalisi Global
Puncak dari unjuk gigi SSE di Indo Defence kali ini adalah serangkaian penandatanganan kerja sama strategis yang menunjukkan visi jangka panjang mereka. SSE seolah sedang membangun sebuah "koalisi global" untuk memperkuat kapabilitas industri pertahanan dalam negeri.
Bersama Texelis (Prancis), SSE akan mengembangkan platform kendaraan angkut personel 6x6, P2 Tiger.
Dengan KNDS (Prancis), mereka akan mengintegrasikan sistem anti-drone canggih pada kendaraan tempur.
Kolaborasi dengan MBDA (Prancis) akan fokus pada pengembangan sistem pertahanan udara jarak pendek menggunakan rudal Mistral.
Dengan Bisalloy (Australia), SSE memastikan pasokan material baja pelindung balistik berstandar tinggi untuk produk-produknya.
Yang tak kalah penting, SSE juga secara resmi meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengoptimalkan kinerja tank ringan P8.
"Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mendukung inovasi teknologi khususnya untuk meningkatkan kemampuan kendaraan tank ringan yang akan mendukung industri pertahanan di Indonesia," ujar Eka Suryajaya, Direktur PT Sentra Surya Ekajaya, setelah penandatanganan bersama Aam Muharam, Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN.
Baca juga: SUV Gahar GWM Tank 500 Kini Punya Lidar, Invasi Teknologi atau Sekadar Pemanis Harga?
Langkah ini menunjukkan sebuah sinergi yang indah antara industri swasta nasional dengan lembaga riset negara, sebuah resep jitu untuk mempercepat kemandirian teknologi pertahanan.
Dengan semua gebrakan ini, SSE tidak hanya memamerkan produk di Indo Defence. Mereka mengirimkan sebuah pesan kuat bahwa industri pertahanan Indonesia memiliki kualitas, inovasi, dan visi untuk tidak hanya melayani kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk melangkah dengan percaya diri ke pasar Asia Tenggaradandunia.
Ini bukan lagi sekadar partisipasi. Ini adalah sebuah pernyataan tegas bahwa industri pertahanan lokal siap naik kelas dan bersaing di panggung internasional.
Sang Bintang Pameran: Tank Senyap Buatan Anak Bangsa
Di tengah deru dan gagahnya alutsista dari berbagai negara, satu sosok berhasil mencuri perhatian utama di anjungan SSE: kendaraan konsep P8 Light Tank. Ini bukanlah tank biasa. Dikembangkan melalui program Litbang Mandiri bersama dengan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD, tank ringan ini dirancang berdasarkan masukan langsung dari para prajurit di lapangan.Keunggulan paling revolusionernya terletak pada sistem penggerak Diesel to Electric Transmission (Hybrid System). Teknologi ini memungkinkan P8 untuk bergerak dalam mode senyap (silent operation) tanpa menyalakan mesin utama, sebuah kemampuan krusial untuk operasi pengintaian dan penyergapan. Didukung oleh penggunaan trek karet (rubber track), tank ini mampu melaju dengan suara minimal tanpa merusak infrastruktur jalan.
Bukan Pemain Baru, tapi Semakin Berbahaya
![Industri Pertahanan Lokal Unjuk Gigi: SSE Pamerkan Tank Hybrid Hingga Jalin Koalisi Global di Indo Defence 2025]()
Kepercayaan diri SSE dalam berinovasi bukan tanpa dasar. Mereka juga menampilkan kendaraan-kendaraan yang sudah menjadi tulang punggung bagi berbagai satuan TNI dan Pasukan Khusus, seperti kendaraan taktis P6 ATAV. 
Varian terbaru yang dipamerkan bahkan sudah dilengkapi dengan lapisan pelindung balistik dan stasiun senjata yang dikendalikan dari jarak jauh, menunjukkan evolusi dari produk yang telah terbukti andal.
Membangun Koalisi Global
![Industri Pertahanan Lokal Unjuk Gigi: SSE Pamerkan Tank Hybrid Hingga Jalin Koalisi Global di Indo Defence 2025]()
Puncak dari unjuk gigi SSE di Indo Defence kali ini adalah serangkaian penandatanganan kerja sama strategis yang menunjukkan visi jangka panjang mereka. SSE seolah sedang membangun sebuah "koalisi global" untuk memperkuat kapabilitas industri pertahanan dalam negeri.
Bersama Texelis (Prancis), SSE akan mengembangkan platform kendaraan angkut personel 6x6, P2 Tiger.
Dengan KNDS (Prancis), mereka akan mengintegrasikan sistem anti-drone canggih pada kendaraan tempur.
Kolaborasi dengan MBDA (Prancis) akan fokus pada pengembangan sistem pertahanan udara jarak pendek menggunakan rudal Mistral.
Dengan Bisalloy (Australia), SSE memastikan pasokan material baja pelindung balistik berstandar tinggi untuk produk-produknya.
Yang tak kalah penting, SSE juga secara resmi meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengoptimalkan kinerja tank ringan P8.
"Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mendukung inovasi teknologi khususnya untuk meningkatkan kemampuan kendaraan tank ringan yang akan mendukung industri pertahanan di Indonesia," ujar Eka Suryajaya, Direktur PT Sentra Surya Ekajaya, setelah penandatanganan bersama Aam Muharam, Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN.
Baca juga: SUV Gahar GWM Tank 500 Kini Punya Lidar, Invasi Teknologi atau Sekadar Pemanis Harga?
Langkah ini menunjukkan sebuah sinergi yang indah antara industri swasta nasional dengan lembaga riset negara, sebuah resep jitu untuk mempercepat kemandirian teknologi pertahanan.
Dengan semua gebrakan ini, SSE tidak hanya memamerkan produk di Indo Defence. Mereka mengirimkan sebuah pesan kuat bahwa industri pertahanan Indonesia memiliki kualitas, inovasi, dan visi untuk tidak hanya melayani kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk melangkah dengan percaya diri ke pasar Asia Tenggaradandunia.
(dan)
Lihat Juga :