Bisakah Mobil Listrik Dihack? Simak Penjelasan Lengkapnya

Selasa, 17 Juni 2025 - 21:00 WIB
loading...
Bisakah Mobil Listrik...
Pertanyaan mobil listrik bisa di hack menghantui para pemilik. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Mobil listrik kini hadir bukan hanya sebagai alternatif ramah lingkungan, tetapi juga sebagai kendaraan canggih yang penuh fitur digital. Namun muncul pertanyaan terkait bisakah teknologi otomotif ini diretas atau terkena serangan hacker.

Jawabannya adalah ya, mobil listrik bisa diretas, seperti halnya perangkat digital lainnya. Sebagian besar mobil listrik berbasis pada sistem operasi dan perangkat lunak yang terhubung ke jaringan.

Celah keamanan dalam sistem ini bisa dimanfaatkan oleh peretas untuk mengakses, mengontrol, bahkan membahayakan kendaraan.

Salah satu contoh paling terkenal adalah ketika para peneliti keamanan dari perusahaan cybersecurity berhasil meretas Tesla Model S pada 2015.

Mereka menunjukkan bahwa sistem kendali seperti rem, pintu, dan layar sentuh bisa dikendalikan dari jarak jauh. Meski Tesla segera memperbaiki celah itu, kejadian ini membuktikan bahwa risiko keamanan pada mobil listrik itu nyata.

Mobil listrik menggunakan Electronic Control Units (ECU) untuk mengatur berbagai fungsi kendaraan. ECU terhubung melalui jaringan internal (CAN bus) yang bisa dieksploitasi jika seseorang berhasil masuk ke dalam sistem, misalnya lewat konektivitas Bluetooth, WiFi, atau port diagnostik (OBD).

Fitur over-the-air (OTA) update yang memungkinkan pabrikan memperbarui sistem mobil dari jarak jauh juga menjadi target potensial. Jika sistem update tidak dienkripsi atau dilindungi dengan baik, hacker bisa menyusup dan mengirimkan pembaruan palsu yang berbahaya ke mobil.

Bisakah Mobil Listrik Dihack? Simak Penjelasan Lengkapnya

Selain itu, aplikasi smartphone yang terhubung ke mobil juga menjadi jalur serangan. Banyak mobil listrik saat ini dapat dikendalikan melalui aplikasi—menghidupkan mesin, membuka pintu, hingga melacak lokasi. Jika akun pengguna diretas, maka hacker bisa memperoleh kontrol langsung atas mobil.

Peretasan tidak selalu harus rumit. Kadang, kesalahan pengguna seperti menggunakan password yang lemah atau tidak mengupdate sistem perangkat lunak juga membuka celah bagi penyerang. Maka dari itu, edukasi pengguna menjadi penting dalam menjaga keamanan kendaraan.

Beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Jerman, telah mulai mengembangkan standar keamanan siber kendaraan. Produsen mobil besar pun kini memiliki tim keamanan digital untuk menguji dan memperbaiki celah dalam sistem mereka sebelum digunakan secara luas.

Tesla, misalnya, secara rutin mengadakan program bug bounty, yaitu memberi imbalan bagi siapa pun yang menemukan dan melaporkan celah keamanan dalam sistem mereka. Strategi ini membantu perusahaan tetap berada selangkah di depan para peretas jahat.

Di sisi lain, mobil listrik yang aman dari sisi keamanan digital bukanlah sesuatu yang mustahil. Dengan kombinasi antara sistem keamanan berlapis, pembaruan rutin, penggunaan enkripsi canggih, dan edukasi pengguna, risiko bisa diminimalkan secara signifikan.

Kesimpulannya, mobil listrik memang bisa diretas, namun risiko ini bisa dikelola. Seiring berkembangnya teknologi otomotif dan kesadaran keamanan digital, perlindungan terhadap mobil listrik akansemakinkuat.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
BMW Bedah M Concept...
BMW Bedah M Concept Neue Klasse, Sedan Listrik Tulen Berdesain Agresif
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Rekomendasi
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Berita Terkini
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved