Kapal Bermuatan 3.000 Mobil Tenggelam di Samudra Pasifik
Rabu, 25 Juni 2025 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Kapal Morning Midas diketahui berangkat dari pelabuhan Yantai, China, pada 26 Mei lalu dan sedang dalam pelayaran menuju pelabuhan Lazaro Cardenas di Meksiko.
Tragedi ini kembali mengangkat kekhawatiran global terhadap risiko kebakaran kapal yang membawa kendaraan listrik, khususnya yang menggunakan baterai lithium-ion.
Laporan dari Allianz Commercial mengungkapkan bahwa industri maritim dunia masih menghadapi tantangan besar terhadap potensi kebakaran dari baterai lithium-ion, yang diketahui dapat terbakar secara hebat dan bahkan bisa menyala kembali meskipun telah dipadamkan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.
Sumber kebakaran pada baterai lithium-ion umumnya berasal dari cacat produksi, kerusakan fisik, atau kualitas material yang rendah. Dalam konteks kapal kargo, alat pemadam kebakaran yang tersedia sering kali tidak memadai untuk menangani jenis kebakaran semacam ini.
Namun demikian, data dari Badan Kontinjensi Sipil Swedia menunjukkan bahwa tingkat insiden kebakaran pada mobil listrik tetap sangat rendah. Dari 611.000 kendaraan listrik di Swedia, hanya tercatat 23 kasus kebakaran (0,004 persen), jauh lebih kecil dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel yang mengalami 34.000 kasus kebakaran (0,08 persen dari total 4,4 juta unit).
Insiden ini juga mengingatkan dunia pada tragedi tiga tahun silam ketika kapal Felicity Ace yang membawa 4.000 mobil mewah, termasuk merek Porsche dan Bentley, terbakar dan akhirnya tenggelam di dekat Azores, Portugal. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai USD400 juta.
Saat ini, fokus utama Zodiac Maritime adalah pada upaya penyelamatan kapal dan mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Belum ada informasi mengenai jenis kendaraan atau merek mobil yang berada di dalam kapal Morning Midas.
Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi industri pelayaran internasional untuk memperketat standar keselamatan dalam pengangkutan kendaraan listrik dan meningkatkan sistem pemadaman kebakaran di atas kapal.
Tragedi ini kembali mengangkat kekhawatiran global terhadap risiko kebakaran kapal yang membawa kendaraan listrik, khususnya yang menggunakan baterai lithium-ion.
Laporan dari Allianz Commercial mengungkapkan bahwa industri maritim dunia masih menghadapi tantangan besar terhadap potensi kebakaran dari baterai lithium-ion, yang diketahui dapat terbakar secara hebat dan bahkan bisa menyala kembali meskipun telah dipadamkan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.
Sumber kebakaran pada baterai lithium-ion umumnya berasal dari cacat produksi, kerusakan fisik, atau kualitas material yang rendah. Dalam konteks kapal kargo, alat pemadam kebakaran yang tersedia sering kali tidak memadai untuk menangani jenis kebakaran semacam ini.
Namun demikian, data dari Badan Kontinjensi Sipil Swedia menunjukkan bahwa tingkat insiden kebakaran pada mobil listrik tetap sangat rendah. Dari 611.000 kendaraan listrik di Swedia, hanya tercatat 23 kasus kebakaran (0,004 persen), jauh lebih kecil dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel yang mengalami 34.000 kasus kebakaran (0,08 persen dari total 4,4 juta unit).
Insiden ini juga mengingatkan dunia pada tragedi tiga tahun silam ketika kapal Felicity Ace yang membawa 4.000 mobil mewah, termasuk merek Porsche dan Bentley, terbakar dan akhirnya tenggelam di dekat Azores, Portugal. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai USD400 juta.
Saat ini, fokus utama Zodiac Maritime adalah pada upaya penyelamatan kapal dan mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Belum ada informasi mengenai jenis kendaraan atau merek mobil yang berada di dalam kapal Morning Midas.
Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi industri pelayaran internasional untuk memperketat standar keselamatan dalam pengangkutan kendaraan listrik dan meningkatkan sistem pemadaman kebakaran di atas kapal.
(wbs)
Lihat Juga :