Sirkuit Rahasia di Bekasi Siap Siksa Mobil Baru Sebelum Mengaspal di Jalanan
Sabtu, 28 Juni 2025 - 17:21 WIB
loading...
Di sirkuit ini terdapat serangkaian trek penyiksaan yang akan menguji setiap aspek. Foto: ist
A
A
A
BEKASI - Sebuah babak baru yang krusial bagi dunia otomotif Indonesia akan segera dimulai. Era di mana mobil-mobil baru harus dikirim ke luar negeri untuk diuji ketahanannya kini telah berakhir.
Di sebuah lahan luas di Bekasi, Jawa Barat, sebuah "arena penyiksaan" berstandar internasional telah berdiri kokoh, siap mendorong setiap mobil hingga batas kemampuannya sebelum layak menyentuh aspal jalan raya.
Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) ini bukan sekadar fasilitas biasa. Ia adalah sebuah pernyataan, sebuah simbol bahwa Indonesia kini memiliki benteng pertahanan pertama untuk memastikan setiap kendaraan yang dijual di Tanah Air benar-benar aman dan berkualitas.
Pembangunannya, yang digarap oleh raksasa konstruksi Hutama Karya, bahkan telah divalidasi oleh konsultan otomotif global terkemuka, Applus IDIADA dari Spanyol, memastikan setiap jengkalnya memenuhi standar dunia.
"Ini adalah fasilitas pengujian kendaraan bermotor berstandar internasional terbesar di Indonesia, bahkan di kawasan ASEAN yang kami garap, dan menjadi bukti konkret komitmen perusahaan untuk mendukung kemajuan infrastruktur strategis nasional," ujar Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, dalam sebuah pernyataan resmi.
High-Speed Oval Track: Sebuah lintasan oval di mana mobil bisa dipacu hingga kecepatan 250 km/jam, menguji stabilitas dan performa mesin pada kecepatan tertinggi.
Test Hill: Sebuah tanjakan buatan dengan lima tingkat kemiringan berbeda, dirancang untuk "menyiksa" sistem pengereman, transmisi, dan kemampuan menanjak sebuah mobil.
Dynamic Area: Sebuah area terbuka seluas lebih dari 6 hektar, tempat mobil akan dipaksa melakukan manuver-manuver ekstrem untuk menguji pengendalian, suspensi, dan kelincahannya.
Noise Emission Area: Sebuah area khusus untuk mengukur tingkat kebisingan mobil, memastikan kenyamanan tidak hanya bagi penumpang, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Semua ini dibangun di atas aspal jenis khusus, Performance Grade (PG), yang dirancang untuk tetap stabil dalam berbagai kondisi cuaca, memastikan hasil pengujian selalu akurat dan presisi.
"Dengan adanya fasilitas testing kendaraan berstandar internasional, akan mendorong pertumbuhan produksi dan ekspor kendaraan ramah lingkungan dari Indonesia," ucap Muhammad Mabruri, General Manager PT Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG), selaku pihak operator.
Pernyataannya menyiratkan dua hal penting. Pertama, para pabrikan kini bisa melakukan riset dan pengembangan kelas dunia di Indonesia, yang berpotensi meningkatkan kualitas produk lokal. Kedua, ini membuka gerbang bagi Indonesia untuk menjadi basis produksi dan ekspor mobil berkualitas tinggi ke pasar global.
Dengan tahap finalisasi yang kini tengah berjalan, fasilitas ini dijadwalkan akan mulai beroperasi penuh pada 7 Agustus 2025. Tanggal tersebut akan menandai dimulainya era baru, di mana setiap mobil yang melintas di jalanan Indonesia telah melewati "neraka" pengujian kelas duniadiBekasi.
Di sebuah lahan luas di Bekasi, Jawa Barat, sebuah "arena penyiksaan" berstandar internasional telah berdiri kokoh, siap mendorong setiap mobil hingga batas kemampuannya sebelum layak menyentuh aspal jalan raya.
Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) ini bukan sekadar fasilitas biasa. Ia adalah sebuah pernyataan, sebuah simbol bahwa Indonesia kini memiliki benteng pertahanan pertama untuk memastikan setiap kendaraan yang dijual di Tanah Air benar-benar aman dan berkualitas.
Pembangunannya, yang digarap oleh raksasa konstruksi Hutama Karya, bahkan telah divalidasi oleh konsultan otomotif global terkemuka, Applus IDIADA dari Spanyol, memastikan setiap jengkalnya memenuhi standar dunia.
"Ini adalah fasilitas pengujian kendaraan bermotor berstandar internasional terbesar di Indonesia, bahkan di kawasan ASEAN yang kami garap, dan menjadi bukti konkret komitmen perusahaan untuk mendukung kemajuan infrastruktur strategis nasional," ujar Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, dalam sebuah pernyataan resmi.
Di Dalam 'Arena Penyiksaan': Apa Saja yang Diuji?
Fasilitas ini dirancang untuk menjadi mimpi buruk bagi setiap mobil purwarupa. Di dalamnya, terdapat serangkaian trek "penyiksaan" yang akan menguji setiap aspek kendaraan:High-Speed Oval Track: Sebuah lintasan oval di mana mobil bisa dipacu hingga kecepatan 250 km/jam, menguji stabilitas dan performa mesin pada kecepatan tertinggi.
Test Hill: Sebuah tanjakan buatan dengan lima tingkat kemiringan berbeda, dirancang untuk "menyiksa" sistem pengereman, transmisi, dan kemampuan menanjak sebuah mobil.
Dynamic Area: Sebuah area terbuka seluas lebih dari 6 hektar, tempat mobil akan dipaksa melakukan manuver-manuver ekstrem untuk menguji pengendalian, suspensi, dan kelincahannya.
Noise Emission Area: Sebuah area khusus untuk mengukur tingkat kebisingan mobil, memastikan kenyamanan tidak hanya bagi penumpang, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Semua ini dibangun di atas aspal jenis khusus, Performance Grade (PG), yang dirancang untuk tetap stabil dalam berbagai kondisi cuaca, memastikan hasil pengujian selalu akurat dan presisi.
Bukan Sekadar Uji Coba, Tapi Sebuah Revolusi
Kehadiran fasilitas ini lebih dari sekadar soal uji laik jalan. Ini adalah sebuah revolusi bagi industri dan konsumen Indonesia. Selama ini, banyak yang meragukan apakah mobil yang dijual di Indonesia memiliki standar yang sama dengan versi luar negerinya. Kini, keraguan itu akan terjawab."Dengan adanya fasilitas testing kendaraan berstandar internasional, akan mendorong pertumbuhan produksi dan ekspor kendaraan ramah lingkungan dari Indonesia," ucap Muhammad Mabruri, General Manager PT Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG), selaku pihak operator.
Pernyataannya menyiratkan dua hal penting. Pertama, para pabrikan kini bisa melakukan riset dan pengembangan kelas dunia di Indonesia, yang berpotensi meningkatkan kualitas produk lokal. Kedua, ini membuka gerbang bagi Indonesia untuk menjadi basis produksi dan ekspor mobil berkualitas tinggi ke pasar global.
Dengan tahap finalisasi yang kini tengah berjalan, fasilitas ini dijadwalkan akan mulai beroperasi penuh pada 7 Agustus 2025. Tanggal tersebut akan menandai dimulainya era baru, di mana setiap mobil yang melintas di jalanan Indonesia telah melewati "neraka" pengujian kelas duniadiBekasi.
(dan)
Lihat Juga :