Perlombaan Gila Menuju Baterai Abadi: Saat BMW, Nissan, dan Para Raksasa Bertaruh Triliunan Rupiah Demi Akhiri Era Range Anxiety
Selasa, 01 Juli 2025 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
"Solid-state adalah Bintang Utara dalam ilmu kimia baterai," tegas Anne Laliron, Wakil Presiden Senior Riset Teknologi di Stellantis. Pernyataannya menyiratkan bahwa ini adalah tujuan akhir, puncak dari evolusi baterai.
Teknologi ini, menurutnya, akan memberikan pilihan bagi produsen: "jarak tempuh lebih jauh atau material lebih sedikit—keduanya mengurangi biaya dan jejak karbon."
Para Ksatria di Medan Perang
Pertarungan ini melibatkan para pemain kelas berat, masing-masing dengan strategi dan aliansinya sendiri:
BMW: Raksasa Jerman ini telah mulai menguji prototipe i7 yang dilengkapi dengan sel solid-state dari perusahaan Amerika, Solid Power. Meskipun mobil produksi massal yang menggunakannya baru akan hadir pada tahun 2030-an, langkah ini adalah sebuah sinyal keseriusan.
Mercedes-Benz: Tak mau kalah, sang rival abadi juga telah menguji coba EQS yang dimodifikasi dengan baterai dari Factorial Energy. Baterai baru ini diklaim memiliki kepadatan energi 25% lebih tinggi. "Manfaat ini tidak hanya menghasilkan jangkauan kendaraan yang lebih jauh, tetapi juga memengaruhi desain kendaraan," ungkap Uwe Keller, kepala pengembangan baterai Mercedes, mengisyaratkan mobil masa depan yang lebih ramping dan efisien.
Teknologi ini, menurutnya, akan memberikan pilihan bagi produsen: "jarak tempuh lebih jauh atau material lebih sedikit—keduanya mengurangi biaya dan jejak karbon."
Para Ksatria di Medan Perang
![Perlombaan Gila Menuju Baterai Abadi: Saat BMW, Nissan, dan Para Raksasa Bertaruh Triliunan Rupiah Demi Akhiri Era Range Anxiety]()
Pertarungan ini melibatkan para pemain kelas berat, masing-masing dengan strategi dan aliansinya sendiri:
BMW: Raksasa Jerman ini telah mulai menguji prototipe i7 yang dilengkapi dengan sel solid-state dari perusahaan Amerika, Solid Power. Meskipun mobil produksi massal yang menggunakannya baru akan hadir pada tahun 2030-an, langkah ini adalah sebuah sinyal keseriusan.
Mercedes-Benz: Tak mau kalah, sang rival abadi juga telah menguji coba EQS yang dimodifikasi dengan baterai dari Factorial Energy. Baterai baru ini diklaim memiliki kepadatan energi 25% lebih tinggi. "Manfaat ini tidak hanya menghasilkan jangkauan kendaraan yang lebih jauh, tetapi juga memengaruhi desain kendaraan," ungkap Uwe Keller, kepala pengembangan baterai Mercedes, mengisyaratkan mobil masa depan yang lebih ramping dan efisien.
Lihat Juga :