Jajal Isuzu Giga FVM dan Mengintip Area Blind Spot
Kamis, 03 Juli 2025 - 02:18 WIB
loading...
Jajal Isuzu Giga FVM. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
BEKASI - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memberi kesempatan SindoNews untuk test drive truk Isuzu Giga FVM dengan roda penggerak 6×2 yang sudah memenuhi standar emisi Euro 4.
BACA JUGA - Mitsubishi Fuso Luncurkan Model Terbaru di JMS 2023, Ini Keunggulan Truk Super Great
Truk tersebut dibekali mesin 6HK1 bertenaga 245 ps (241,6 hp) dan torsi puncak 784 Nm.
Test drive kali ini dilakukan di kawasan Isuzu Training Center, Bekasi, Jawa Barat dengan kondisi truk tanpa muatan barang (boks kosong).
Durasi test drive sekitar 10-15 menit untuk satu media dan diberikan rintangan zig zag serta pengereman.
Saat hendak masuk ke kabin, Carmudi sempat merasa kesulitan karena memang belum terbiasa, mengingat kabin truk sangat tinggi.
Untuk masuk ke kabin truk harus menginjak peleknya terlebih dahulu sambil memegang hendel pintu, kemudian menginjak pijakan kaki sambil memegang pegangan dekat jok.
![Jajal Isuzu Giga FVM dan Mengintip Area Blind Spot]()
Setelah mesin menyala kemudian secara perlahan mengangkat kopling, truk mulai melaju dengan halus.
Saat berbelok, SindoNews merasa cukup kesulitan memutar setir kemudi truk ini yang memiliki diameter hingga 15 inci.
Meski demikian, setir kemudinya terasa cukup nyaman digenggam. Hal ini juga dirasakan saat melalui rintangan zig zag. SindoNews sesekali mengerem sejenak untuk menghindari tabrakan dengan cone yang ada.
Pengereman Isuzu Giga FVM tidak terlalu sulit. Pedal remnya tidak perlu diinjak penuh untuk memperlambat laju truk. Cukup injak sedikit dan truk tersebut akan langsung melambat dan berhenti.
Di rintangan terakhir, yaitu pengereman, SindoNews diminta mempercepat laju truk menggunakan gigi tiga yang diakhiri dengan mengerem hingga berhenti.
Rintangan tersebut dapat dijalankan dengan baik. Pengereman terasa cukup halus dan responsif.
Tak hanya menjajal truk, Isuzu juga mengajak SindoNews memahami seperti apa blind spot yang dirasakan oleh sopir truk. Ternyata, jika ada motor atau mobil di sekitar truk, memang benar-benar tidak terlihat.
Thomas Aquino Wijanarka, Learning Center & Transformation Division PT IAMI, menjelaskan bahwa titik buta atau blind spot yang dirasakan pengemudi truk ada di depan, samping kanan dan kiri, serta belakang.
"Motor di depan dan belakang (truk) pasti tidak akan terlihat. Memang ada spion di dalam truk, tetapi tidak terpakai karena tertutup bak atau boks," kata Thomas
Thomas menjelaskan bahwa motor itu posisinya berada di sekitar betis sopir, sehingga sudah pasti tidak terlihat.
"Di depan ada blind spot lagi, mepet dengan bodi juga tidak kelihatan. Motor melintas dari samping, itu juga berbahaya karena terhalang pilar A," kata Thomas.
SindoNews juga mencoba praktik langsung di area Isuzu Training Center Bekasi. Truk yang dipakai adalah model Giga yang tractor head, dengan posisi duduk yang sudah pasti tinggi. Ada tali yang menandakan area blind spot dan yang masih terlihat oleh sopir. Jika melihat ke depan, orang yang ada di dekat bodi sudah pasti tidak kelihatan.
Begitu juga melalui spion di kanan, ada area 3 meter sampai 5 meter dari truk, yang sudah tidak terlihat lagi apakah ada kendaraan atau tidak.
Sisi kiri dari truk merupakan blind spot paling besar. Selain dari spion, pintu juga menghalangi sebagian besar pandangan. Oleh karena itu, ada spion tambahan di sisi kiri untuk bisa melihat ke depan truk dan samping dengan lebih jelas.
BACA JUGA - Mitsubishi Fuso Luncurkan Model Terbaru di JMS 2023, Ini Keunggulan Truk Super Great
Truk tersebut dibekali mesin 6HK1 bertenaga 245 ps (241,6 hp) dan torsi puncak 784 Nm.
Test drive kali ini dilakukan di kawasan Isuzu Training Center, Bekasi, Jawa Barat dengan kondisi truk tanpa muatan barang (boks kosong).
Durasi test drive sekitar 10-15 menit untuk satu media dan diberikan rintangan zig zag serta pengereman.
Saat hendak masuk ke kabin, Carmudi sempat merasa kesulitan karena memang belum terbiasa, mengingat kabin truk sangat tinggi.
Untuk masuk ke kabin truk harus menginjak peleknya terlebih dahulu sambil memegang hendel pintu, kemudian menginjak pijakan kaki sambil memegang pegangan dekat jok.

Setelah mesin menyala kemudian secara perlahan mengangkat kopling, truk mulai melaju dengan halus.
Saat berbelok, SindoNews merasa cukup kesulitan memutar setir kemudi truk ini yang memiliki diameter hingga 15 inci.
Meski demikian, setir kemudinya terasa cukup nyaman digenggam. Hal ini juga dirasakan saat melalui rintangan zig zag. SindoNews sesekali mengerem sejenak untuk menghindari tabrakan dengan cone yang ada.
Pengereman Isuzu Giga FVM tidak terlalu sulit. Pedal remnya tidak perlu diinjak penuh untuk memperlambat laju truk. Cukup injak sedikit dan truk tersebut akan langsung melambat dan berhenti.
Di rintangan terakhir, yaitu pengereman, SindoNews diminta mempercepat laju truk menggunakan gigi tiga yang diakhiri dengan mengerem hingga berhenti.
Rintangan tersebut dapat dijalankan dengan baik. Pengereman terasa cukup halus dan responsif.
Tak hanya menjajal truk, Isuzu juga mengajak SindoNews memahami seperti apa blind spot yang dirasakan oleh sopir truk. Ternyata, jika ada motor atau mobil di sekitar truk, memang benar-benar tidak terlihat.
Thomas Aquino Wijanarka, Learning Center & Transformation Division PT IAMI, menjelaskan bahwa titik buta atau blind spot yang dirasakan pengemudi truk ada di depan, samping kanan dan kiri, serta belakang.
"Motor di depan dan belakang (truk) pasti tidak akan terlihat. Memang ada spion di dalam truk, tetapi tidak terpakai karena tertutup bak atau boks," kata Thomas
Thomas menjelaskan bahwa motor itu posisinya berada di sekitar betis sopir, sehingga sudah pasti tidak terlihat.
"Di depan ada blind spot lagi, mepet dengan bodi juga tidak kelihatan. Motor melintas dari samping, itu juga berbahaya karena terhalang pilar A," kata Thomas.
SindoNews juga mencoba praktik langsung di area Isuzu Training Center Bekasi. Truk yang dipakai adalah model Giga yang tractor head, dengan posisi duduk yang sudah pasti tinggi. Ada tali yang menandakan area blind spot dan yang masih terlihat oleh sopir. Jika melihat ke depan, orang yang ada di dekat bodi sudah pasti tidak kelihatan.
Begitu juga melalui spion di kanan, ada area 3 meter sampai 5 meter dari truk, yang sudah tidak terlihat lagi apakah ada kendaraan atau tidak.
Sisi kiri dari truk merupakan blind spot paling besar. Selain dari spion, pintu juga menghalangi sebagian besar pandangan. Oleh karena itu, ada spion tambahan di sisi kiri untuk bisa melihat ke depan truk dan samping dengan lebih jelas.
(wbs)
Lihat Juga :