Kepanikan di Puncak Kerajaan: Penjualan Anjlok, Elon Musk Penggal Tangan Kanannya Sendiri

Rabu, 09 Juli 2025 - 09:02 WIB
loading...
Kepanikan di Puncak...
Elon Musk banyak mengambil keputusan ekstrem, termasuk memecat orang kepercayaannya. Foto: ist
A A A
TEXAS - Di tengah kerajaan mobil listriknya yang mulai retak, Elon Musk baru saja melakukan sebuah langkah yang sarat akan kepanikan. Bukan seorang pekerja lapangan atau manajer pabrik yang menjadi tumbal, melainkan Omead Afshar, salah satu "tangan kanan" kepercayaannya, Kepala Operasional untuk wilayah Amerika Utara dan Eropa.

Pemecatan eksekutif tingkat atas ini adalah sebuah sinyal bahaya yang paling jelas, sebuah pengakuan tak terucap bahwa Tesla kini tengah berada dalam krisis yang mendalam.

Penjualan mereka terjun bebas, inovasi produk mereka mandek, dan sang CEO visioner justru tampak semakin terdistraksi oleh proyek-proyek fiksi ilmiahnya.

Angka-Angka yang Menjadi Surat Pemecatan

Keputusan Musk untuk "memenggal" orang kepercayaannya bukanlah tanpa alasan. Angka-angka penjualan Tesla melukiskan sebuah gambaran yang mengerikan:

Para analis memperkirakan pengiriman mobil listrik Tesla secara global akan anjlok sekitar 10% pada kuartal kedua 2025, turun menjadi hanya 392.800 unit dari 443.956 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Di China, pasar terbesar mereka, penjualan pada bulan Mei 2025 bahkan merosot hingga 15%.

Ini bukan lagi sekadar perlambatan; ini adalah sebuah tren penurunan yang mengkhawatirkan, yang memaksa Musk untuk mencari kambing hitam.

Ironi Sang 'Tangan Kanan'

Nasib Omead Afshar adalah sebuah drama ironis. Dijuluki sebagai "tangan kanan Musk" oleh The Wall Street Journal, Afshar adalah salah satu eksekutif paling berpengaruh yang telah bersama Tesla sejak 2017.

Ironisnya, hanya beberapa hari sebelum dipecat, ia masih dengan bangga merayakan peluncuran layanan robotaxi di platform X, menyebutnya sebagai puncak dari kerja keras bertahun-tahun.

Pemecatannya menunjukkan bahwa di dunia Elon Musk, loyalitas dan sejarah panjang tidak akan mampu menyelamatkan Anda dari amarahnya ketika angka penjualan berwarna merah.

Distraksi Sang Visioner dan Akar Masalah yang Sebenarnya

Di sinilah letak kritik paling tajam bagi Musk dan Tesla. Di saat penjualan mobil—yang merupakan bisnis inti mereka—sedang sekarat, Musk justru terlihat lebih asyik dengan "mainan" barunya.

"Alih-alih meluncurkan model baru yang terjangkau untuk mendorong penjualan, Musk justru lebih fokus pada pengembangan layanan robotaxi, robot humanoid, dan teknologi kecerdasan buatan (AI)," ujar seorang analis industri.

Kegagalan Cybertruck untuk memenuhi target produksi yang ambisius menjadi bukti lain dari masalah ini. Ditambah lagi, kedekatan Musk dengan politisi kontroversial seperti Donald Trump dan keterlibatannya dalam inisiatif pemangkasan birokrasi telah menambah tekanan pada citra perusahaan.

Sementara itu, para pesaing dari China terus melancarkan serangan dengan model-model baru yang lebih inovatif dan lebih murah. Tesla, yang dulu tak tersentuh, kini terlihat lamban dan kehabisan ide.

Pertaruhan Terakhir yang Goyah

Bahkan proyek robotaxi yang menjadi obsesi baru Musk pun dimulai dengan langkah yang goyah. Uji coba di Austin, Texas, meskipun belum menimbulkan kecelakaan, dinilai oleh banyak pihak belum siap untuk bersaing dengan Waymo milik Google yang jauh lebih matang.

Pada akhirnya, pemecatan Omead Afshar bukanlah sebuah solusi. Ini adalah sebuah gejala dari penyakit yang lebih besar: sebuah perusahaan yang dipimpin oleh seorang jenius yang brilian, namun kini visinya terpecah antara menyelamatkan bisnis utamanya dan mengejar mimpi-mimpi futuristiknya.

Pertanyaannya kini bukan lagi soal siapa yang akan dipecat selanjutnya, tetapi kapan sang CEO akan kembali fokus pada apa yang membuat Tesla hebat sejak awal: membuat mobil listrik yang diinginkanolehdunia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Rekomendasi
Tak Sekadar Fashion,...
Tak Sekadar Fashion, Kacamata Hitam Bisa Lindungi Mata dari Penyakit Ini
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Berita Terkini
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved