Subsidi Mobil Listrik Dicabut Trump, Honda Batal Luncurkan SUV Listrik 0 Series di Amerika
Jum'at, 11 Juli 2025 - 10:05 WIB
loading...
Mobil listrik Honda mendapat sambutan hangat di Eropa. Tapi, Honda 0 Series SUV kemungkinan batal meluncur di Paman Sam. Foto: ist
A
A
A
TOKYO - "Mimpi buruk" baru saja jadi kenyataan bagi para penggemar Honda. Di saat para pesaingnya berlomba-lomba melahirkan SUV listrik keluarga, Honda justru secara mengejutkan "membunuh" proyek ambisius mereka untuk menciptakan SUV listrik berukuran besar. Bukan sekadar penundaan; tapi kapitulasi, langkah mundur teratur yang dramatis dari medan perang mobil listrik.
Keputusan ini adalah sinyal kepanikan, respons langsung terhadap perubahan iklim politik di Amerika Serikat yang kini mengancam untuk membekukan revolusi kendaraan listrik.
Honda, bersama dengan raksasa lain seperti Ford dan Toyota, kini seolah mengibarkan bendera putih, memilih untuk kembali ke "zona nyaman" teknologi hybrid.
'Pembunuhan' di Balik Panggung Politik
Akar dari "pembunuhan" proyek yang dijadwalkan meluncur sekitar tahun 2027 di Amerika ini adalah kebijakan politik: disahkannya "Big, Beautiful Bill" oleh pemerintahan Trump. Undang-undang ini secara efektif menghapus insentif pajak federal sebesar USD7.500 (sekitar Rp120 juta) bagi pembeli mobil listrik mulai akhir September.
Tanpa "diskon" dari pemerintah ini, harga mobil listrik seketika menjadi jauh lebih mahal bagi konsumen. Honda, dengan kalkulasi dingin, melihat bahwa permintaan akan anjlok dan proyek SUV listrik besar mereka tidak akan lagi menguntungkan.
Laporan dari media Jepang terkemuka, Nikkei, mengonfirmasi bahwa Honda kini secara resmi membatalkan rencana tersebut untuk pasar AS, yang notabene adalah pasar terbesar mereka.
Ironi di Tengah Kesuksesan Awal
Keputusan ini terasa sangat ironis, mengingat Honda sebenarnya baru saja mulai menemukan ritme mereka di pasar mobil listrik AS.
Honda Prologue, SUV listrik pertama mereka, menjadi salah satu yang terlaris di AS tahun lalu, dengan penjualan mencapai lebih dari 16.300 unit pada paruh pertama 2025.
Bahkan merek mewah mereka, Acura, melalui model ZDX, mencatatkan penjualan yang melampaui ekspektasi, dengan 10.355 unit terjual dalam periode yang sama—jauh di atas target awal sekitar 1.000 unit per bulan.
Mundur ke 'Zona Nyaman' Hybrid
Sebagai gantinya, Honda kini akan memfokuskan sumber dayanya kembali ke teknologi hybrid, langkah yang juga diambil oleh Ford dan Toyota. Ini adalah strategi defensif, cara untuk tetap relevan tanpa harus menanggung risiko finansial yang besar dari investasi penuh pada mobil listrik di tengah ketidakpastian pasar.
Namun, langkah ini adalah sebuah pertaruhan yang berisiko dalam jangka panjang. Dengan membatalkan proyek SUV listrik besarnya, Honda kini berpotensi tertinggal jauh di belakang para rivalnya dari Korea Selatan, seperti Hyundai dan Kia, yang terus agresif meluncurkan model-model baru. Dan yang lebih mengkhawatirkan, mereka akan semakin sulit mengejar ketertinggalan dari para raksasa China yang bergerak dengan kecepatan kilat.
Honda memang masih akan meluncurkan Honda 0 Series (sebuah sedan dan SUV berukuran sedang) mulai tahun depan. Namun, pembatalan proyek SUV keluarga ini adalah sebuah "luka" besar bagi ambisi elektrifikasi mereka.
Pada akhirnya, keputusan Honda ini adalah cerminan dari dilema lebih besar. Ini adalah pertarungan antara keuntungan jangka pendek dan visi jangka panjang, antara pragmatisme bisnis dan keberanian untuk berinovasi di tengah badai.
Dan untuk saat ini, tampaknya pragmatisme telah menang, meninggalkan mimpi tentang sebuah SUV listrik Honda yang besar dan ramah keluarga terkuburdiataskertas.
Keputusan ini adalah sinyal kepanikan, respons langsung terhadap perubahan iklim politik di Amerika Serikat yang kini mengancam untuk membekukan revolusi kendaraan listrik.
Honda, bersama dengan raksasa lain seperti Ford dan Toyota, kini seolah mengibarkan bendera putih, memilih untuk kembali ke "zona nyaman" teknologi hybrid.
'Pembunuhan' di Balik Panggung Politik
![Subsidi Mobil Listrik Dicabut Trump, Honda Batal Luncurkan SUV Listrik 0 Series di Amerika]()
Akar dari "pembunuhan" proyek yang dijadwalkan meluncur sekitar tahun 2027 di Amerika ini adalah kebijakan politik: disahkannya "Big, Beautiful Bill" oleh pemerintahan Trump. Undang-undang ini secara efektif menghapus insentif pajak federal sebesar USD7.500 (sekitar Rp120 juta) bagi pembeli mobil listrik mulai akhir September.
Tanpa "diskon" dari pemerintah ini, harga mobil listrik seketika menjadi jauh lebih mahal bagi konsumen. Honda, dengan kalkulasi dingin, melihat bahwa permintaan akan anjlok dan proyek SUV listrik besar mereka tidak akan lagi menguntungkan.
Laporan dari media Jepang terkemuka, Nikkei, mengonfirmasi bahwa Honda kini secara resmi membatalkan rencana tersebut untuk pasar AS, yang notabene adalah pasar terbesar mereka.
Ironi di Tengah Kesuksesan Awal
![Subsidi Mobil Listrik Dicabut Trump, Honda Batal Luncurkan SUV Listrik 0 Series di Amerika]()
Keputusan ini terasa sangat ironis, mengingat Honda sebenarnya baru saja mulai menemukan ritme mereka di pasar mobil listrik AS.
Honda Prologue, SUV listrik pertama mereka, menjadi salah satu yang terlaris di AS tahun lalu, dengan penjualan mencapai lebih dari 16.300 unit pada paruh pertama 2025.
Bahkan merek mewah mereka, Acura, melalui model ZDX, mencatatkan penjualan yang melampaui ekspektasi, dengan 10.355 unit terjual dalam periode yang sama—jauh di atas target awal sekitar 1.000 unit per bulan.
Mundur ke 'Zona Nyaman' Hybrid
![Subsidi Mobil Listrik Dicabut Trump, Honda Batal Luncurkan SUV Listrik 0 Series di Amerika]()
Sebagai gantinya, Honda kini akan memfokuskan sumber dayanya kembali ke teknologi hybrid, langkah yang juga diambil oleh Ford dan Toyota. Ini adalah strategi defensif, cara untuk tetap relevan tanpa harus menanggung risiko finansial yang besar dari investasi penuh pada mobil listrik di tengah ketidakpastian pasar.
Namun, langkah ini adalah sebuah pertaruhan yang berisiko dalam jangka panjang. Dengan membatalkan proyek SUV listrik besarnya, Honda kini berpotensi tertinggal jauh di belakang para rivalnya dari Korea Selatan, seperti Hyundai dan Kia, yang terus agresif meluncurkan model-model baru. Dan yang lebih mengkhawatirkan, mereka akan semakin sulit mengejar ketertinggalan dari para raksasa China yang bergerak dengan kecepatan kilat.
Honda memang masih akan meluncurkan Honda 0 Series (sebuah sedan dan SUV berukuran sedang) mulai tahun depan. Namun, pembatalan proyek SUV keluarga ini adalah sebuah "luka" besar bagi ambisi elektrifikasi mereka.
Pada akhirnya, keputusan Honda ini adalah cerminan dari dilema lebih besar. Ini adalah pertarungan antara keuntungan jangka pendek dan visi jangka panjang, antara pragmatisme bisnis dan keberanian untuk berinovasi di tengah badai.
Dan untuk saat ini, tampaknya pragmatisme telah menang, meninggalkan mimpi tentang sebuah SUV listrik Honda yang besar dan ramah keluarga terkuburdiataskertas.
(dan)
Lihat Juga :