Jebakan Biaya Tersembunyi Mobil Listrik: Irit di Jalan, tapi Bisa Bikin Kantong Bolong di Bengkel
Selasa, 19 Agustus 2025 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Kesiapan bengkel lokal, ketersediaan suku cadang (terutama modul baterai), dan jumlah mekanik ahli EV yang masih terbatas berpotensi membuat selisih biaya perbaikan di Indonesia menjadi lebih lebar lagi. Risiko menunggu komponen berbulan-bulan dari luar negeri adalah sebuah kenyataan yang harus dihadapi pemilik EV di Indonesia saat ini.
Meski begitu, ada secercah harapan. Wakil Direktur Jenderal GDV, Anja Käfer-Rohrbach, menyatakan bahwa biaya perbaikan ini sejatinya sudah menurun dari sebelumnya yang mencapai 20-25% lebih mahal.
"Rangkaian model yang lebih luas, dan bengkel, perusahaan derek, pemadam kebakaran, serta penilai kini memiliki lebih banyak pengalaman menangani mobil listrik yang rusak," ujar Anja. Ia optimis biaya akan terus ditekan seiring mobil listrik menjadi "normal baru".
Pada akhirnya, ini bukanlah argumen untuk menolak mobil listrik, melainkan sebuah realitas yang harus diterima. Janji efisiensi itu nyata, namun datang dengan risiko finansial baru yang tak terlihat.
Calon pembeli harus sadar bahwa di balik penghematan biaya harian, ada potensi 'bom waktu' biaya perbaikan yang membuat kepemilikan mobil masa depan ini membutuhkan perhitungan yang jauhlebihcermat.
Meski begitu, ada secercah harapan. Wakil Direktur Jenderal GDV, Anja Käfer-Rohrbach, menyatakan bahwa biaya perbaikan ini sejatinya sudah menurun dari sebelumnya yang mencapai 20-25% lebih mahal.
"Rangkaian model yang lebih luas, dan bengkel, perusahaan derek, pemadam kebakaran, serta penilai kini memiliki lebih banyak pengalaman menangani mobil listrik yang rusak," ujar Anja. Ia optimis biaya akan terus ditekan seiring mobil listrik menjadi "normal baru".
Pada akhirnya, ini bukanlah argumen untuk menolak mobil listrik, melainkan sebuah realitas yang harus diterima. Janji efisiensi itu nyata, namun datang dengan risiko finansial baru yang tak terlihat.
Calon pembeli harus sadar bahwa di balik penghematan biaya harian, ada potensi 'bom waktu' biaya perbaikan yang membuat kepemilikan mobil masa depan ini membutuhkan perhitungan yang jauhlebihcermat.
(dan)
Lihat Juga :