Kebijakan Donald Trump Dituding Jadi Pemicu Mercedes-Benz Beli Mesin BMW
Minggu, 24 Agustus 2025 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam percobaan awal, Mercedes mencoba mengadaptasi mesin ini ke dalam model PHEV (misalnya, plug-in A-Class dan C-Class generasi awal), tetapi hasilnya kurang hemat bahan bakar, membutuhkan biaya produksi yang tinggi, dan daya tahannya pun dipertanyakan.
Sedangkan untuk mesin BMW B48, memang mesin lama, tetapi terbukti tangguh dan tidak terlalu bermasalah. BMW telah memadukan mesin ini dengan sistem hibrida ringan, serta PHEV (listrik dan turbo) untuk menghasilkan sistem penggerak yang efisien, bertenaga tinggi, dan andal dalam jangka panjang.
Rumor ini muncul seiring Mercedes terus meningkatkan produksi mobil bermesin pembakaran internal di saat penjualan dan adopsi kendaraan listrik sedang melambat di seluruh dunia.
Mercedes pernah berjanji pada tahun 2021 bahwa mereka hanya akan menggunakan EV pada tahun 2030, sebelum memperpanjang janji itu hingga tahun 2024. Dalam sebuah wawancara tahun lalu, CEO Ola Källenius mengatakan teknologi pembakaran internal perusahaan sekarang akan bertahan hingga tahun 2030an.
Sedangkan untuk mesin BMW B48, memang mesin lama, tetapi terbukti tangguh dan tidak terlalu bermasalah. BMW telah memadukan mesin ini dengan sistem hibrida ringan, serta PHEV (listrik dan turbo) untuk menghasilkan sistem penggerak yang efisien, bertenaga tinggi, dan andal dalam jangka panjang.
Rumor ini muncul seiring Mercedes terus meningkatkan produksi mobil bermesin pembakaran internal di saat penjualan dan adopsi kendaraan listrik sedang melambat di seluruh dunia.
Mercedes pernah berjanji pada tahun 2021 bahwa mereka hanya akan menggunakan EV pada tahun 2030, sebelum memperpanjang janji itu hingga tahun 2024. Dalam sebuah wawancara tahun lalu, CEO Ola Källenius mengatakan teknologi pembakaran internal perusahaan sekarang akan bertahan hingga tahun 2030an.
(wbs)
Lihat Juga :